2 Petrus 3:10
"Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap."
Selanjutnya ayat 10 mengatakan, "Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri." Perkataan Petrus tentang hari Tuhan juga adalah satu peringatan. Dalam Perjanjian Baru, hari Tuhan kebanyakan disebutkan berkenaan dengan penghakiman Tuhan (1 Kor. 1:8, 3:13, 5:5; 2 Kor. 1:14; 2 Tim. 4:8). Hari penghakiman Tuhan (1 Tes. 5:3-4) akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Why. 18:1; 19:11; 20:4-6). Hari Tuhan yang dimaksud terutama berkenaan dengan penghakiman untuk pemerintahan Allah (1 Tes. 5:2).
Istilah "gemuruh yang dahsyat" adalah suara menderu-deru, atau suara ribut. Ini mungkin adalah perubahan besar dalam alam semesta dari yang lama menjadi yang baru. "Unsur-unsur dunia" di sini adalah unsur-unsur materi penyusun langit.
Kita dapat membandingkan kata "hangus" dan "hilang lenyap" dengan "gulungkan mereka" dan "diubah" dalam Ibrani 1:12, "lenyaplah" dan "tidak ditemukan lagi tempatnya" dalam Wahyu 20:11, dan "telah berlalu" dalam Wahyu 21:1.
Petrus dalam potongan ayat ini mengingatkan kita dengan sungguh-sungguh, betapa seriusnya hari penghakiman Tuhan itu. Apabila semua hal lancar, maka kita tidak memiliki perasaan bahwa peringatan Petrus sangat serius. Tetapi tragedi dari gelombang tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 bisa memberi kita gambaran betapa seriusnya yang akan terjadi pada hari itu. Semoga kita bisa disadarkan oleh peringatan Petrus dan menempuh hidup yang berjaga-jaga.
Cara Hidup Kita Harus Suci Dan Saleh
2 Ptr. 3:11
Pembakaran dengan api yang besar untuk melenyapkan langit dan bumi adalah prosedur yang Allah gunakan untuk menggulung langit dan bumi dan melenyapkannya sehingga dapat diubah dari yang lama menjadi yang baru (2 Ptr. 3:13; Why. 21:1). Ini adalah penanggulangan Allah yang terakhir terhadap ciptaan-Nya dalam pemerintahan-Nya. Dalam penanggulangan yang terakhir ini, segala benda materi akan berlalu, hanya perkataan kekal-Nya yang akan tinggal selamanya (Mat. 24:35; 1 Ptr. 1:25). Tidak peduli bagaimana alam semesta yang material akan berubah, perkataan nubuat-Nya akan tetap dan bahkan digenapkan pada waktu yang sudah ditetapkan-Nya bagi perampungan kehendak kekal-Nya.
Ayat 11 selanjutnya berkata, "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup." Segala sesuatu, baik di langit maupun di bumi, telah dicemarkan oleh pemberontakan Iblis dan kejatuhan manusia. Walaupun segala sesuatu, di bumi atau di langit telah didamaikan kepada Allah melalui Kristus dengan darah-Nya (Kol. 1:20), bahkan hal-hal surgawi pun telah disucikan dengan darah Kristus (Ibr. 9:23), tetapi dalam penanggulangan pemerintahan Allah mereka masih perlu dibersihkan melalui dibakar dengan api, supaya mereka menjadi baru dalam sifat dan penampilan luaran di dalam alam semesta Allah yang baru (2 Ptr. 3:13).
Jadi, sebagai anak-anak Allah yang kudus, bagaimana kita harus berperilaku agar memiliki hidup yang kudus dan ibadah? Dua Petrus 1:3 mengatakan, "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."
Sungguh sangat ajaib, kuasa ilahi telah menyuplai kita dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk menempuh hidup yang kudus dan ibadah (1:3).
ga cakep tapi menarik kadang jutek dan cuek selalu kocak dan gaul suka narcis tpi tetep manis kadang nyebelin tpi ngangenin kadang cupu tpi lucu,, itulah gue..
Selasa, 30 November 2010
Dahsyatnya Hari Tuhan!
Seribu Tahun Seperti Satu Hari
2 Petrus 3:8
"Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."
Secara harfiah, dalam bahasa Yunani istilah "tidak boleh kamu lupakan" berarti "tidak boleh tersembunyi bagimu", atau "tidak boleh dibiarkan lepas dari perhatianmu". Petrus mengatakan bahwa di hadapan Tuhan, seribu tahun sama seperti satu hari. Ini seperti yang dikatakan Mazmur 90:4, "Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam." Bagi Tuhan Allah Sang Kekal, seribu tahun terhitung singkat. Jadi, untuk penggenapan firman-Nya, terutama janji-janji-Nya, yang penting bukanlah waktu tetapi fakta. Apa pun yang telah Ia janjikan, cepat atau lambat akan menjadi fakta. Kita tidak seharusnya terusik oleh perasaan tertunda menurut perhitungan waktu kita.
Ayat 9 mengatakan, "Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran-Nya adalah agar kita bisa berbalik dan bertobat serta terus berlari mengejar pertumbuhan dan kematangan di dalam hayat. Tetapi para pengejek justru menuruti hawa nafsu, berfoya-foya pada siang hari, mabuk, mata mereka penuh nafsu zinah, serakah, tidak pernah jemu berbuat dosa. Demikianlah mereka mencemarkan diri, menghina pemerintahan Allah, menghujat apa yang tidak mereka ketahui. Marilah kita semua segera bertobat.
Tuhan Tidak Lambat Menepati Janji-Nya2 Ptr. 3:9
Dalam ayat 9 Petrus mengatakan bahwa Tuhan sabar terhadap kita. Hati Tuhan bukan tertuju pada waktu penggenapan janji-Nya melainkan pada umat-Nya. Jika Tuhan mempersingkat waktu-Nya, mungkin kita semua akan binasa. Kita perlu bersyukur karena kita adalah buah hati-Nya, milik-Nya yang khusus, juga harta pusaka-Nya (1 Ptr. 2:9; Tit. 2:14), sehingga Ia tidak menginginkan seorang pun dari kita, dihukum oleh penghakiman pemerintahan Allah. Sebaliknya ada sejangka waktu yang panjang bagi kita untuk bertobat, agar kita bisa terhindar dari hukuman-Nya.
Kata "binasa" dalam ayat 9 berarti dimusnahkan. Karena "kamu" dalam ayat ini mengacu kepada kaum beriman dalam Kristus, maka "binasa" di sini bukan mengacu kepada kebinasaan kekal dari orang-orang yang tidak percaya, melainkan mengacu kepada hukuman pendisiplinan pemerintahan Allah terhadap orang-orang beriman (1 Ptr. 4:17-18; baca 1 Tes. 5:3, 8). Kata "semua orang" juga mengacu kepada kaum beriman. Selanjutnya, kata "bertobat" di sini adalah bertobat kepada keselamatan (2 Ptr. 3:15), yaitu bertobat karena tidak berjaga-jaga menyambut hari kedatangan Tuhan (ay. 10) dan tidak menempuh hidup yang kudus dan ibadah (ay. 11).
Jika Tuhan Yesus datang kembali, Dia bukan hanya akan menghakimi hal-hal yang negatif, tetapi juga akan menerima mempelai perempuan-Nya. Ini berarti Dia akan datang sebagai Hakim dan sebagai Mempelai Laki-laki. Jadi, agar Tuhan datang sebagai Mempelai Laki-laki, mempelai perempuan harus disiapkan untuk Dia. Mempelai perempuan dapat disiapkan hanya melalui pertumbuhan dalam hayat, dan ini memerlukan waktu. Hayat yang lebih tinggi memerlukan lebih banyak waktu untuk berkembang daripada hayat yang lebih rendah. Makin tinggi suatu hayat, makin lama pertumbuhannya. Inilah yang mungkin menyebabkan Tuhan Yesus belum bisa datang kembali sekarang. Kita tidak perlu terganggu atau terkejut karena suatu penundaan mengenai kedatangan Tuhan, juga jangan menyalahkan Tuhan. Sebaliknya, kita harus tekun mempersiapkan diri sendiri untuk bertemu dengan Dia. Kita juga harus melayankan hayat kepada orang lain sehingga mereka dapat bertumbuh dan disiapkan. Inilah jalan untuk mempercepat kedatangan Tuhan.
"Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."
Secara harfiah, dalam bahasa Yunani istilah "tidak boleh kamu lupakan" berarti "tidak boleh tersembunyi bagimu", atau "tidak boleh dibiarkan lepas dari perhatianmu". Petrus mengatakan bahwa di hadapan Tuhan, seribu tahun sama seperti satu hari. Ini seperti yang dikatakan Mazmur 90:4, "Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam." Bagi Tuhan Allah Sang Kekal, seribu tahun terhitung singkat. Jadi, untuk penggenapan firman-Nya, terutama janji-janji-Nya, yang penting bukanlah waktu tetapi fakta. Apa pun yang telah Ia janjikan, cepat atau lambat akan menjadi fakta. Kita tidak seharusnya terusik oleh perasaan tertunda menurut perhitungan waktu kita.
Ayat 9 mengatakan, "Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran-Nya adalah agar kita bisa berbalik dan bertobat serta terus berlari mengejar pertumbuhan dan kematangan di dalam hayat. Tetapi para pengejek justru menuruti hawa nafsu, berfoya-foya pada siang hari, mabuk, mata mereka penuh nafsu zinah, serakah, tidak pernah jemu berbuat dosa. Demikianlah mereka mencemarkan diri, menghina pemerintahan Allah, menghujat apa yang tidak mereka ketahui. Marilah kita semua segera bertobat.
Tuhan Tidak Lambat Menepati Janji-Nya2 Ptr. 3:9
Dalam ayat 9 Petrus mengatakan bahwa Tuhan sabar terhadap kita. Hati Tuhan bukan tertuju pada waktu penggenapan janji-Nya melainkan pada umat-Nya. Jika Tuhan mempersingkat waktu-Nya, mungkin kita semua akan binasa. Kita perlu bersyukur karena kita adalah buah hati-Nya, milik-Nya yang khusus, juga harta pusaka-Nya (1 Ptr. 2:9; Tit. 2:14), sehingga Ia tidak menginginkan seorang pun dari kita, dihukum oleh penghakiman pemerintahan Allah. Sebaliknya ada sejangka waktu yang panjang bagi kita untuk bertobat, agar kita bisa terhindar dari hukuman-Nya.
Kata "binasa" dalam ayat 9 berarti dimusnahkan. Karena "kamu" dalam ayat ini mengacu kepada kaum beriman dalam Kristus, maka "binasa" di sini bukan mengacu kepada kebinasaan kekal dari orang-orang yang tidak percaya, melainkan mengacu kepada hukuman pendisiplinan pemerintahan Allah terhadap orang-orang beriman (1 Ptr. 4:17-18; baca 1 Tes. 5:3, 8). Kata "semua orang" juga mengacu kepada kaum beriman. Selanjutnya, kata "bertobat" di sini adalah bertobat kepada keselamatan (2 Ptr. 3:15), yaitu bertobat karena tidak berjaga-jaga menyambut hari kedatangan Tuhan (ay. 10) dan tidak menempuh hidup yang kudus dan ibadah (ay. 11).
Jika Tuhan Yesus datang kembali, Dia bukan hanya akan menghakimi hal-hal yang negatif, tetapi juga akan menerima mempelai perempuan-Nya. Ini berarti Dia akan datang sebagai Hakim dan sebagai Mempelai Laki-laki. Jadi, agar Tuhan datang sebagai Mempelai Laki-laki, mempelai perempuan harus disiapkan untuk Dia. Mempelai perempuan dapat disiapkan hanya melalui pertumbuhan dalam hayat, dan ini memerlukan waktu. Hayat yang lebih tinggi memerlukan lebih banyak waktu untuk berkembang daripada hayat yang lebih rendah. Makin tinggi suatu hayat, makin lama pertumbuhannya. Inilah yang mungkin menyebabkan Tuhan Yesus belum bisa datang kembali sekarang. Kita tidak perlu terganggu atau terkejut karena suatu penundaan mengenai kedatangan Tuhan, juga jangan menyalahkan Tuhan. Sebaliknya, kita harus tekun mempersiapkan diri sendiri untuk bertemu dengan Dia. Kita juga harus melayankan hayat kepada orang lain sehingga mereka dapat bertumbuh dan disiapkan. Inilah jalan untuk mempercepat kedatangan Tuhan.
Nyeri Dada (Chest Pain)
Introduksi
Nyeri dada adalah salah satu keluhan-keluhan yang paling umum yang akan membawa seorang pasien ke bagian darurat. Mencari perawatan segera mungkin menyelamatkan nyawa, dan pendidikan publik yang sungguh-sungguh telah dilaksanakan untuk mendapatkan pasien-pasien mengakses perawatan medis ketika nyeri dada menyerang. Sementara pasien mungkin khawatir tentang serangan jantung, ada banyak penyebab-penyebab lain dari nyeri di dada yang dokter-dokter akan perlu untuk mempertimbangkannya. Beberapa diagnosis-diagnosis adalah mengancam nyawa, sementara yang lain-lainnya kurang berbahaya.Memutuskan penyebab dari nyeri dada adakalanya sangat sulit dan mungkin memerlukan tes-tes darah, x-rays, CT scans dan tes-tes lain untuk menyortir diagnosis. Sering, sejarah yang diambil secara hati-hati oleh dokter mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk menemukan jawaban.
Sumber-Sumber Nyeri Dada
Sumber nyeri mungkin timbul dari keragaman dari sumber-sumber yang potensial:- dinding dada termasuk tulang-tulang rusuk, otot-otot, dan kulit;
- punggung termasuk tulang belakang (spine), syaraf-syaraf, dan otot-otot punggung;
- paru, pleura (lapisan dari paru) atau trachea;
- jantung termasuk pericardium (kantong yang mengelilingi jantung);
- aorta;
- esophagus;
- diafragma, otot yang rata yang memisahkan rongga-rongga dada dan perut;
- nyeri yang dirujuk dari organ-organ perut seperti lambung, kantong empedu, dan pankreas.
Penyebab-Penyebab Nyeri Dada
Nyeri dapat disebabkan oleh hampir setiap struktur dalam dada. Organ-organ yang berbeda dapat menghasilkan tipe-tipe nyeri yang berbeda namun sayangnya nyerinya tidak spesifik pada setiap penyebab. Setiap dari penyebab-penyebab berikut dijelaskan secara mendetil dalam artikel ini:- Tulang-Tulang Rusuk Yang Patah atau Memar
- Pleuritis Atau Pleurisy
- Pneumothorax
- Shingles
- Pneumonia
- Pulmonary Embolus
- Angina
- Serangan Jantung (Myocardial Infarction)
- Pericarditis
- Aorta dan Aortic Dissection
- Esophagus Dan Reflux Esophagitis
- Nyeri Perut Yang Dirujuk
Mendiagnosa Nyeri Dada
Kunci pada diagnosis tetap sejarah. Belajar tentang sifat nyeri akan memberikan dokter arah ke diagnosa-diagnosa yang mana yang layak dipertimbangkan, dan apa yang layak untuk dikesampingkan. Mengerti kwalitas dan kwantitas dari nyeri, gejala-gejala yang berhubungan dengannya dan faktor-faktor risiko untuk penyakit, dapat membantu dokter mengakses kemungkinan dari diagnosis-diagnosis potensial yang mana yang harus dipertimbangkan dan yang mana harus dibuang.Diagnosis yang berbeda adalah proses memikir yang dokter-dokter gunakan untuk mempertimbangkan dan kemudian mengeliminasikan penyebab-penyebab potensial untuk penyakit. Ketika lebih banyak informasi terkumpul, baik dari sejarah dan pemeriksaan fisik atau pengujian, daftar diagnosis yang potensial menyempit sampai jawaban akhir dicapai. Begitu juga, respon pasien pada terapi dapat memperluas atau menyempitkan daftar diagnosis yang berbeda. Pada pasien-pasien dengan nyeri dada, banyak diagnosis-diagnosis potensial mungkin ada, dan dokter-dokter akan ingin pertama mempertimbangkan yang mengancam nyawa. Tes-tes untuk menyampingkan serangan jantung, pulmonary embolus, atau aortic dissection mungkin tidak perlu; ketika keterampilan klinik dan keputusan mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk mempertimbangkan atau membuang diagnosis.
Pasien mungkin ditanyakan keragaman dari pertanyaan-pertanyaan untuk membantu dokter mengerti nyeri pasien. Pasien-pasien menggunakan kata-kata yang berbeda untuk menggambarkan nyeri, dan adalah penting bahwa dokter mendapat impresi yang akurat dari situasinya. Pertanyaan-pertanyaan mungkin juga ditanya dalam cara-cara yang berbeda.
Pertanyaan-Pertanyaan Yang Mngkin Ditanya Dokter Tentang Nyeri Dada
- Kapan nyerinya mulai ?
- Kwalitas dari nyeri ?
- Berapa lama nyeri berlangsung ?
- Apakah nyeri datang dan pergi ?
- Apa yang membuat nyeri lebih baik ?
- Apa yang memperburuk nyeri ?
- Apakah nyeri menyebar (bergerak ke area lain tubuh) ?
- Apakah ada penyakit sebelumnya ?
- Apakah ada trauma sebelumnya ?
- Apakah ada episode-episode nyeri yang serupa dimasa lalu ?
Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Gejala-Gejala Yang Berhubungan
- Sesak napas ?
- Demam atau kedinginan ?
- Batuk ?
- Mual atau muntah ?
- Berkeringat ?
Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit
Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit Jantung
- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Sejarah keluarga
Faktor-Faktor Risiko Untuk Pulmonary Embolus (Bekuan Darah Pada Paru)
- Ketidakaktifan yang lama seperti istirahat ranjang, perjalanan-perjalanan mobil atau pesawat terbang yang panjang
- Operasi baru-baru ini
- Patah-patah tulang
- Penggunaan pil-pil pencegah kehamilan (terutama jika pasien merokok sigaret)
- Kanker
Faktor-Faktor Risiko Untuk Aortic Dissection
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Marfan Syndrome
- Ehlers-Danlos syndrome
- Polycystic kindey disease
- Penggunaan Cocaine
- Kehamilan
Tanda-Tanda Vital
- Tekanan darah, denyut nadi atau pulse rate (PR), respiratory rate (RR), temperatur, dan
- Kejenuhan oksigen (O2 sat)
Kepala Dan Leher
- Mencari penggelembungan atau penonjolan vena leher
- Mendengarkan bruits (suara-suara abnormal) atau murmurs (bunyi desiran) pada arteri-arteri karotid
Dinding Dada
- Meraba kepekaan tulang rusuk atau otot
- Mencari ruam-ruam
Paru-Paru
- Mendengarkan suara-suara abnormal paru atau pemasukan udara yang berkurang
Jantung
- Mendengarkan suara-suara jantung yang meredam
Perut
- Meraba kepekaan atau massa-massa
- Mendengarkan bruits pada aorta
Kaki-Kaki Dan Tangan-Tangan
- Merasakan nadi-nadi
Filosofi Dari Pendekatan Pada Diagnosis Nyeri Dada
Sementara ada banyak penyebab-penyebab nyeri dada, dokter akan mengedepankan dan mengutamakan yang adalah secara potensial mematikan dalam evaluasi mereka dari pasien yang hadir dengan nyeri dada. Tiga besar - serangan jantung (myocardial infarction), pulmonary embolus, dan aortic dissection - harus dipertimbangkan dengan singkat dengan setiap pasien, meskipun kebanyakan dari waktu kehadiran mereka dapat dibuang berdasarkan pada keputusan klinik.Sejarah dan pemeriksaan fisik adalah kunci dalam memutuskan jalur mana yang diikuti dalam mendiagnosa nyeri dada. Untuk seseorang yang jatuh dan melukai tulang-tulang rusaknya, jalurnya telah ditandai dengan baik. Untuk seorang yang tua yang hadir dengan ketidaknyamanan yang samar-samar dan faktor-faktor risiko untuk penyakit, pengujian yang signifikan mungkin perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa diagnosis yang diberikan adalah tidak benar.
Konsep dari menyampingkan diagnosis adalah sulit dimengerti untuk beberapa pasien-pasien. Bukannya membuktikan apa yang sedang terjadi, dokter adakalanya dibebankan dengan pembuktian bahwa diagnosis yang mengancam nyawa tidak hadir. "Membuktikan apa yang tidak" memakan waktu dan teknologi. Kombinasi dari tes-tes darah dan studi-studi imaging mungkin memakan waktu berjam-jam untuk mengkonfirmasikan atau menyangkal diagnosis.
Tes-tes ini sering dilakukan secara darurat, dan perawatan mungkin dimulai bahkan tanpa diagnosis yang pasti. Contohnya, jika seorang pasien hadir dengan nyeri dada yang dokter percaya mungkin adalah angina, kemudian obat-obat awal untuk melindungi jantung akan dimulai pada saat yang bersamaan tes-tes diagnostik dilakukan. Karena beberapa tes-tes jantung akan memakan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya, filosofi yang hadir adalah bahwa otot jantung harus tidak ditempatkan pada risiko selagi menunggu diagnosis. Jika jantungnya terbukti normal, kemudian obat-obatnya dihentikan, dan pasien dapat diyakinkan bahwa penyakit jantungnya telah dikesampingkan. Diagnosa-diagnosa lain juga dipertimbangkan pada saat yang bersamaan tes-tes jantung sedang dilakukan, namun menyampingkan satu diagnosis tidak mengkonfirmasikan yang lainnya.
Diagnosa Dan Perawatan Untuk Penyebab-Penyebab Nyeri Dada
Perawatan untuk nyeri dada tergantung pada penyebabnya. Banyak waktu-waktu, situasi-situasi memerlukan evaluasi, diagnosis dan perawatan terjadi pada waktu yang bersamaan, namun ketika ada kesempatan, urutan dari sejarah, pemeriksaan fisik, pengujian, diagnosis, dan perawatan harus diikuti. Berikut adalah Synopsis (ringkasan) dari presentasi-presentasi dan perawatan-perawatan umum nyeri dada.Dinding Dada
Tulang-Tulang Rusuk Yang Patah atau Memar
Tulang-tulang rusuk yang memar atau patah adalah luka-luka yang umum. Gejala-gejala dari tulang-tulang rusuk yang patah atau memar termasuk:- Kepekaan diatas tempat luka
- Tulang rusuk yang patah dapat diraba (dokter dapat merasakn patahan tulang rusuk bergerak ketika ditekan)
- Nyeri cenderung pleuritic (ia menyakitkan untuk mengambil napas yang dalam dan dapat dihubungkan dengan sesak napas).
- Karena otot-otot sekelilingnya menjadi kejang, ada nyeri dengan segala gerakan batang tubuh.
Komplikasi utama dari luka-luka tulang rusuk adalah pneumonia. Paru-paru bekerja seperti embusan-embusan. Normalnya, ketika seseorang mengambil napas, tulang-tulang rusuk mengayun keluar dan diafragm bergerak kebawah, menghisap udara kedalam paru-paru. Karena menyakitkan untuk mengambil napas yang dalam, mekanisme ini berubah, dan paru yang mendasari luka mungkin tidak membesar sepenuhnya. Akibatnya adalah tempat pembiakan yang potensial untuk infeksi paru (pneumonia).
Perawatan luka tulang rusuk:
- Pengontrol nyeri dengan obat-obat anti-peradangan seperti ibuprofen dan obat-obat nyeri narkotik.
- Gunakan es pada area yang terpengaruh dan secara periodik mengambil napas dalam-dalam. Incentive spirometer mungkin disediakan untuk membantu memperlihatkan jumlah napas yang diambil.
- Tulang-tulang rusuk tidak lagi dibungkus atau diperban untuk membantu kenyamanan karena risiko pneumonia.
- Apakah patah atau memar, luka-luka tulang rusuk memakan waktu 3-6 minggu untuk sembuh.
Costochondritis
Adakalanya sendi-sendi dan tulng rawan dimana tulang-tulang rusuk melekat pada sternum (tulang dada) mungkin menjadi meradang. Nyeri cenderung menyakitkan dengan napas yang dalam, dan disana ada kepekaan yang dapat dirasakan ketika sisi-sisi dari sternum diraba atau disentuh. Jika ada pembengkakan dan peradangan yang berhubungan dengan kepekaan, itu dikenal sebagai Tietze's syndrome.Penyebab yang paling sering untuk costochondritis adalah idiopathic atau tidak diketahui, yang berarti tidak ada penjelasan untuk nyeri. Penyebab-penyebab lain termasuk trauma pada area, infeksi (seringkali virus), dan fibromyalgia.
Meskipun menyakitkan, gejala-gejala hilang dengan perawatan simptomatik, termasuk kompres-kompres es dan/atau hangat dan obat-obat anti-peradangan (contohnya, ibuprofen). Seperti dengan nyeri dinding dada lainnya, kesembuhan mungkin memakan waktu berminggu-minggu. Mengambil napas-napas yang dalam untuk mencegah risiko pneumonia adalah sangat penting.
Pleuritis Atau Pleurisy
Paru meluncur sepanjang dinding dada ketika mengambil napas yang dalam. Kedua permukaan mempunyai lapisan yang tipis yang disebut pleura untuk mengizinkan peluncuran ini terjadi. Adakalanya, infeksi-infeksi virus dapat menyebabkan pleura menjadi meradang, dan kemudian sebagai gantinya meluncur dengan lembut, kedua lapisan meggores/mengikis satu sama lainnya, menyebabkan nyeri. Nyeri ini menyakitkan dengan napas yang dalam dan dilukiskan sebagai pleuritic.Infeksi-infeksi virus adalah penyebab umum dari pleurisy, meskpun ada banyak penyebab-penyebab infeksius lain termasuk tuberculosis. Penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan peradangan pleura termasuk:
- penyakit-penyakit collagen vascular seperti sarcoidosis dan systemic lupus erythematosus
- Kanker
- gagal ginjal
- rheumatoid arthritis
- komplikasi-komplikasi dari terapi radiasi
- komplikasi-komplikasi dari kemoterapi
- komplikasi dari operasi
Seringkali x-ray dada dilakukan untuk mengakses jaringan paru dan kehadiran atau ketidakhadiran cairan dalam rongga pleural.
Pleurisy biasanya dirawat dengan obat anti-peradangan. Ini akan juga sering merawat effusion. Jika effusion-nya besar dan menyebabkan sesak napas, thoracentesis (thora=dada + centesis=penarikan cairan) mungkin dilakukan. Untuk thoracentesis, jarum ditempatkan pada ruang pleural dan cairan ditarik keluar.
Pneumothorax
Paru ditahan terhadap dinding dada oleh tekanan negatif dalam pleura. Jika segel ini pecah paru dapat menyusut atau mengempis (dikenal sebagai pneumothorax). Ini mungkin berhubungan dengan luka tulang rusuk atau ia mungkin terjadi secara spontan. Meskipun umumnya terlihat pada mereka yang tinggi dan kurus, faktor-faktor risiko lain untuk paru yang mengempis termasuk emphysema atau asma. Bleb-bleb kecil atau tempat-tempat yang lemah pada paru dapat pecah dan menyebabkan udara bocor yang memecahkan tekanan negatif.Presentasi yang paling umum adalah penimbulan yang akut dari nyeri dada yang tajam yang berhubungan dengan sesak napas, dengan tidak adanya penyakit yang mendahuluinya atau peringatan. Pemeriksaan fisik mengungkap pemasukan udara yang berkurang pada sisi yang terpengaruh. X-ray dada mengkonfirmasi diagnosis.
Perawatan tergantung pada besarnya persentase dari paru yang mengempis. Jika jumlahnya kecil dan tanda-tanda vitalnya stabil dengan O2 sat yang normal, pneumothorax mungkin diizinkan untuk mengembang dengan sendirinya dengan pemonitoran yang ketat. Jika ada pengempisan yang lebih besar, tabung dada mungkin harus ditempatkan kedalam ruang pleural melalui dinding dada untuk menghisap udara keluar dan membalikan kembali tekanan negatif. Adakalanya, thoracoscopy (thoraco=dada +scopy=melihat dengan kamera) mungkin dipertimbangkan untuk mengidentifikasi bleb dan untuk menutup dengan kawat jepret (stapler).
Shingles
Ruam dari shingles disebabkan oleh virus varicella zoster, yang sama dengan yang menyebabkan cacar air (chickenpox). Sekali virus memasuki tubuh, ia hibernate (tidur musim dingin) dalam akar-akar syaraf dari kolom tulang belakang, hanya untuk muncul suatu waktu dimasa depan. Ruam adalah diagnostik ketika ia mengikuti akar syaraf ketika ia meninggalkan punggung, dan memutar kedepan dari dada, namun tidak menyeberangi garis tengah.Sekali ruam tampak, diagnosis adalah relatif mudah untuk dokter. Sayangnya, nyeri dari shingles mungkin mulai beberapa hari sebelum ruam muncul dan dapat membingungkan keduanya pasien dan dokter, karena nyeri dan rasa terbakar mungkin tampak keluar dari proporsi ke penemuan-penemuan pada pemeriksaan fisik.
Perawatan untuk shingles termasuk obat-obat anti virus seperti acyclovir (Zovirax) bersama dengan obat pengontrol nyeri. Karena adalah syaraf yang telah menjadi meradang, nyerinya dapat menjadi sangat parah. Beberapa pasien-pasien mungkin mengembangkan postherpetic neuralgia, atau nyeri kronis dari syaraf yang meradang, yang mungkin bertahan lama setelah infeksinya telah hilang/bersih. Keragaman dari strategi-strategi pengontrol nyeri tersedia dari obat ke stimulator-stimulator nyeri ke operasi.
Paru
Pneumonia
Infeksi dari paru disebut pneumonia, dimana peradangan dapat menyebabkan penumpukan cairan didalam segmen dari jaringan paru, mengurangi kemampuannya untuk mentransfer oksigen dari udara ke aliran darah.Pneumonia hadir dengan gejala-gejala yang khas dari infeksi:
- demam
- kedinginan
- malaise (rasa tidak enak badan)
- batuk
- sesak napas, dan
- produksi dahak (membatukan lendir).
Pemeriksaan fisik mungkin menemukan pasien mempunyai tanda-tanda vital yang abnormal yang konsisten dengan infeksi. PR (pulse rate) dan RR (respiratory rate) mungkin meningkat. Demam mungkin hadir. Mendengarkan dada mungkin mengungkap pemasukan udara yang berkurang pada area infeksi yang berhubungan dengan crackles dan adakalanya mencuit-cuit karena peradangan dan penyempitan dari tabung-tabung bronchial.
X-ray dada membantu membuat diagnosis, meskipun gambar x-ray adakalanya tertinggal satu atau dua hari dibelakang penemuan-penemuan klinis. Tes-tes darah mungkin digunakan untuk mengakses keparahan penyakit dan mungkin termasuk jumlah sel darah putih (jumlah-jumlah yang dengan jelas naiknya atau rendahnya abnormal mungkin mengindikasikan penyakit yang lebih parah) dan tingkat gas darah arteri untuk mengakses fungsi paru.
Pneumonia mungkin disebabkan oleh virus atau bakteri. Yang belakangan dirawat dengan antibiotik-antibiotik, melalui mulut atau dirumah sakit dengan infusi intravena. Kesehatan keseluruhan dan sejarah medis yang lalu dari pasien mungkin memandu keputusan apakah terapi rawat inap atau terapi rawat jalan adalah yang paling tepat.
Pulmonary Embolism
Bekuan darah pada paru dapat menjadi fatal dan adalah salah satu dari diagnosa-diagnosa yang harus selalu dipertimbangkan ketika pasien hadir dengan nyeri dada.Sementara ada presentasi yang klasik untuk pulmonary embolus dari nyeri dada pleuritic, sesak napas, dan batuk darah (hemoptysis), presentasi yang lebih umum adalah jauh lebih hampir tidak kentara, dan diagnosis mungkin luput dengan mudah dan tidak terhindari.
Faktor-faktor risiko untuk pulmonary embolus termasuk:
- ketidakaktifan yang berkepanjangan seperti perjalanan yang lama dalam mobil atau pesawat terbang
- operas atau kepatahan baru-baru ini
- pil-pil pencegah kehamilan (terutama yang berhubungan dengan merokok)
- kanker
- kehamilan
Pulmonary embolus mulai di vena-vena dimana saja didalam tubuh, biasanya kaki-kaki, meskipun ia dapat terjadi pada pelvis, lengan-lengan, atau vena-vena utama di perut. Ketika thrombus atau bekuan darah terbentuk, ia mempunyai potensial untuk terlepas (sekarang disebut embolus) dan mengapung kemuara, kembali ke jantung. Ia dapat lewat melalui jantung dan kedalam sistim peredaran paru, akhirnya tersangkut pada cabang-cabang dari arteri paru (pulmonary artery) dan menghentikan/menghalangi suplai darah ke bagian dari paru. Aliran darah yang berkurang ini tidak mengizinkan cukup darah untuk mengambil oksigen dalam paru, dan pasien dapat dengan jelas menjadi sesak napas.
Seperti yang disebutkan diatas, keluhan-keluhan umum termasuk:
- nyeri dada pleuritic dari paru yang meradang,
- dahak yang berdarah, dan
- sesak napas.
Tergantung pada keparahan dari embolus dan jumlah jaringan paru yang berisiko, pasien mungkin menghadirkan penyakit yang kritis dengan tanda-tanda vital yang dengan jelas abnormalnya, atau mungkin tampak agak normal. Pemeriksaan fisik mungkin tidak berguna, dan diagnosis dibuat atas kecurigaan klinis berdasarkan pada sejarah dan faktor-faktor risiko.
Diagnosis mungkin dibuat secara langsung dengan penggambaran (imaging) paru-paru atau secara tidak langsung dengan menemukan bekuan ditempat lain dalam tubuh. Strategi yang digunakan untuk membuat diagnosis akan tergantung pada situasi setiap individu pasien, namun ada beberapa alat-alat umum yang tersedia.
D-dimer adalah tes darah yang dapat mengukur produk-produk penguraian dari bekuan-bekuan darah dalam tubuh namun tidak dapat membedakan pulmonary embolus dari luka parut penyembuhan dari operasi, atau memar dari kejatuhan. Jika tes ini negatif, maka pulmonary embolus dapat biasanya dikesampingkan.
Paru-paru dapat dicitrakan (imaged) dengan ventilation-perfusion scan atau CT scan untuk mencari bekuan/gumpalan. Setiap tes mempunyai manfaat-manfaatnya dan batasan-batasannya, dan penggunaan tes-tes ini tergantung pada situasi klinis. Jika ada hal-hal teknik sehingga paru-paru tidak dapat dicitrakan, ultrasound dari kaki-kaki mungkin dilakukan untuk mencari thrombus; konsepnya adalah jika gejala-gejala pulmonary embolus hadir dan bekuan ditemukan di kaki, maka diagnosis dapat disimpulkan. Adakalanya angiography langsung dari arteri-arteri paru mungkin dilakukan.
Perawatan untuk pulmonary embolus adalah antikoagulasi yang menggunakan heparin atau enoxaparin (Lovenox) pada awalnya, kemudian beralih ke warfarin (Coumadin) untuk perawatan jangka panjang. Perjalanan perawatan yang biasa untuk antikoagulasi untuk pulmonary embolus adalah tiga sampai enam bulan.
Paru-paru dan jantung dapat berhenti bekerja jika ada beban bekuan yang cukup besar. Terkecuali dasar-dasar dari oksigen, cairan-cairan intravena, dan obat-obat untuk mendukung tekanan darah, thrombolytic atau terapi penghancur bekuan mungkin dipertimbangkan. Pada kasus-kasus yang jarang dan ekstrem, agen-agen lytic mungkin secara langsung disuntikan kedalam area bekuan.
Pulmonary embolus harus selalu dipertimbangkan sebagai penyakit yang mengancam nyawa.
Angina Dan Serangan Jantung (Myocardial Infarction)
Kekhwatiran untuk pasien-pasien dan dokter-dokter adalah bahwa segala nyeri dada mungkin berasal dari jantung. Angina adalah istilah yang diberikan pada nyeri yang terjadi karena pembuluh-pembuluh darah ke otot jantung meyempit dan mengurangi jumlah oksigen yang dapat dikirim ke jantung sendiri. Ini dapat menyebabkan gejala-gejala klasik dari tekanan atau keketatan dada dengan radiasi ke lengan atau leher yang berhubungan dengan sesak napas dan berkeringat.Sayangnya, banyak orang-orang tidak hadir dengan gejala-gejala klasik, dan nyerinya mungkin sulit digambarkan - atau pada beberapa orang-orang mungkin bahkan tidak hadir. Sebagai gantinya angina atau tekanan dada yang khas, anginal equivalent (gejala yang mereka dapat sebagai gantinya nyeri dada) mereka mungkin adalah salah cerna, sesak napas, atau kelemahan dan malaise (tidak enak badan). Wanita-wanita dan kaum tua berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mempunyai presentasi nyeri jantung yang atypical (tidak khas).
Jika salah satu dari pembuluh-pembuluh darah ke jantung (arteri koroner) tersumbat sepenuhnya, maka otot yang disuplai darah olehnya berisiko untuk mati. Ini adalah serangan jantung atau myocardial infarction. Pada kebanyakan keadaan-keadaan, nyeri ini adalah lebih hebat daripada angina yang rutin, namun sekali lagi, ada banyak variasi-variasi dalam tanda-tanda dan gejala-gejala.
Diagnosis dari angina adalah klinis. Setelah dokter mengambil sejarah dengan hati-hati dan mengakses faktor-faktor risiko yang potensial, diagnosis dikejar secara layak atau ia dipertimbangkan sebagai tidak hadir. Jika angina adalah diagnosis yang potensial, evaluasi lebih lanjut mungkin termasuk electrocardiograms (EKG atau ECG) dan tes-tes darah.
Enzim-enzim kardiak dapat diukur dalam aliran darah ketika otot jantung teriritasi atau rusak. Jika kimia-kimia ini tidak hadir, mungkin adalah layak untuk melakukan studi-studi imaging dari jantung dalam keragaman cara-cara tergantung pada sejarah masa lalu pasien:
- Tes-tes stres dimana electrocardiogram dimonitor selama latihan
- Echocardiography (evaluasi ultrasound) dari struktur dan fungsi jantung
- Computerized cardiac angiography dimana CT scan dapat mencitrakan pembuluh-pembuluh darah jantung
- Kateterisasi koroner, dimana tabung-tabung dimasukan melaui pembuluh darah utama kedalam jantung dan dye (zat pewarna) digunakan untuk secara langsung mencitrakan pembuluh-pembuluh darah jantung mencari rintangan/sumbatan
Serangan jantung akut (myocardial infarction) adalah keadaan darurat yang sejati, karena penyumbatan sepenunya dari suplai darah akan menyebabkan bagian dari otot jantung mati dan digantikan oleh jaringan parut. Ini mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah untuk memenuhi keperluan-keperluan tubuh. Begitu juga, otot jantung yang terluka adalah teriritasi dan dapat menyebabkan gangguan-gangguan elektrik seperti ventricular fibrillation, kondisi dimana jantung bergoncang seperti Jello (makanan agar-agar) dan tidak berdenyut dalam cara yang terkoordinasi. Ini adalah penyebab dari kematian mendadak pada serangan jantung. Penyebb dari serangan jantung akut adalah pecahnya plaque kolesterol dalam arteri koroner. Ini menyebabkan bekuan darah terbentuk dan menyumbat arteri.
Perawatan untuk serangan jantung adalah restorasi (pemugaran kembali) darurat dari suplai darah. Dua opsi-opsi (pilihan-pilihan) termasuk penggunaan dari obat seperti TPA atau TNK untuk melarutkan bekuan darah (terapi thrombolytic) atau kateterisasi jantung darurat dan menggunakan balon untuk membuka area yang tersumbat (angioplasty) dan mempertahankannya terbuka dengan sangkar jala yang disebu stent.
Operasi bypass arteri koroner dipertimbangkan ketika ada penyakit arteri yang tersebar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan pada angioplasty dan stenting.
Pericarditis
Jantung terisi didalam kantong yang disebut pericardium. Sama seperti pada pleurisy, kantong ini dapat menjadi meradang dan menyebabkan nyeri. Berlawanan dengan angina, nyeri ini cenderung tajam dan disebabkan oleh kantong yang meradang bergesekan dengan lapisan-lapisan luar dari jantung.Penyebab yang paling umum dari pericarditis adalah penyakit virus atau tidak diketahui (idiopathic). Penyakit-penyakit peradangan dari tubuh (rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus), gagal ginjal, dan kanker adalah kondisi-kondisi lain yang dapat menyebabkan pericarditis. Trauma, terutama dari luka-luka roda setir mobil pada kecelakaan-kecelakaan kendaraan dapat menyebabkan pericarditis.
Nyeri dengan pericarditis adalah kuat, tajam, cenderung memburuk ketika berbaring, dan hilang dengan menyandar maju kedepan. Karena nyerinya dapat menjadi begitu parah, menyebar ke langan atau leher, dan menyebabkan beberapa sesak napas, ia adakalanya disalah artikan sebagai angina, pulmonary embolus, atau aortic dissection. Gejala-gejala yang berhubungan termasuk demam dan malaise (rasa tidak enak badan).
Sejarah bermanfaat dalam membuat diagnosis, mencari penyakit virus baru-baru ini dan menanyakan tentang sejarah medis masa lalu. Pemeriksaan fisik mungkin mengungkap pergesekan ketika mendengarkan suara-suara jantung.
Electrocardiogram mungkin menunjukan perubahan-perubahan konsisten dengan pericarditis, namun adakalanya, EKG mungkin meniru serangan jantung akut. Echocardiogram bermanfaat jika ada cairan dalam kantong pericardial yang behubungan dengan peradangan.
Obat anti peradangan seperti ibuprofen adalah perawatan untuk pericarditis. Menunjukan penyebab yang mendasarinya akan juga mengarahkan terapi.
Cardiac tamponade adalah komplikasi dari pericarditis. Tekanan dari penumpukan cairan yang berlebihan dalam kantong pericardial adalah begitu besar sehingga ia mencegah darah untuk kembali ke jantung. Diagnosis dibuat secara klinis dengan tiga serangkai dari (Beck's triad):
- tekanan darah rendah (hipotensi)
- penggelembungan vena-vena leher, dan
- nada-nada jantung yang meredam.
Aorta Dan Aortic Dissection
Aorta adalah pembuluh darah besar yang keluar dari jantung dan mengantarkan darah ke tubuh. Ia tersusun dari lapisan-lapisan otot yang perlu cukup kuat untuk menahan tekanan yang dihasilkan oleh jantung yang berdenyut. Pada beberapa orang-orang, robekan dapat terjadi pada salah satu lapisan dinding aorta, dan darah dapat masuk jalur diantara otot-otot dinding. Ini disebut aortic dissection dan secara potensial adalah mengancam nyawa. Tipe dari dissection dan perawatan tergantung pada di aorta mana dissection terjadi. Dissection-dissection tipe A berlokasi pada ascending aorta (aorta yang naik keatas) yang berjalan dari jantung ke lengkungan aorta (aortic arch) dimana pembuluh-pembuluh darah yang mensuplai ke otak dan lengan-lengan keluar. Dissection-dissection tipe B berlokasi pada descending aorta (aorta yang turun kebawah).Mayoritas dari aortic dissections terjadi sebagai konsekwensi jangka panjang dari tekanan darah tinggi yang terkontrol dengan buruk. Kondisi-kondisi lain yang berhubungan termasuk:
- Marfan's syndrome
- trauma
- kehamilan
- komplikasi setelah operasi dari operasi jantung terbuka
Diagnosis berdasarkan pada sejarah, peninjauan ulang faktor-faktor risiko, pemeriksaan fisik, dan kecurigaan klinis. Pemeriksaan fisik mungkin mengungkap kehilangan atau penundaan dari nadi-nadi pada pergelangan tangan atau kaki ketika membandingkan satu sisi ke sisi lainnya. Desiran jantung yang baru mungkin terdeteksi jika dissection melibatkan klep aorta (aortic valve), dimana aorta meninggalkan jantung. Jika pembuluh-pembuluh darah yang keluar dari aorta terlibat pada area dari dissection, organ-organ yang disuplai mereka mungkin berisiko. Stroke dan kelumpuhan dapat dijumpai pada dissection. Suplai darah ke ginjal-ginjal dan usus besar, dan ke lengan-lengan dan kaki-kaki dapat hilang.
Diagnosis dari aortic dissection dikonfirmasikan oleh pencitraan (imaging), paling umum oleh CT angiography dari aorta.
Dissection-dissection tipe A dari ascending aorta dirawat dengan operasi dimana bagian yang rusak dari aorta dikeluarkan dan digantikan dengan cangkokan tiruan (artificial graft). Adakalanya klep aorta perlu diperbaiki atau diganti jika ia rusak.
Dissection-dissection Tipe B awalnya dirawat dengan obat-obat untuk mengontrol tekanan darah dan memeliharanya dalam batasan yang normal. Obat-obat beta blockers dan calcium channel blocker umumnya digunakan. Jika terapi medis gagal, operasi mungkin diperlukan.
Jika dissection merobek dengan sepenuhnya melalui seluruh tiga lapisan dari dinding aorta, maka aorta pecah. Ini adalah malapetaka, dan lebih dari 50% dari pasien-pasien yang terpengaruh meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Angka kematian keseluruhan dari pecahnya aorta adalah lebih besar dari 80%.
Esophagus Dan Reflux Esophagitis
Esophagus adalah tabung yang berotot yang mengangkut makanan dari mulut ke lambung. Lower esophageal sphincter (LES) adalah berkas yang khusus dari otot pada ujung bagian bawah dari esophagus yang berfungsi sebagai klep/katup untuk menahan isi-isi lambung tertumpah balik kedalam esophagus. Jika klep ini gagal, isi-isi lambung, termasuk getah-getah percernaan yang bersifat asam, dapat mengalir kembali (reflux) dan mengiritasi lapisan dari esophagus. Sementara lambung mempunyai lapisan penghalang yang bersifat melindungi untuk melindunginya dari getah-getah pencernaan yang normal, perlindungan ini tidak ada pada esophagus.Reflux esophagitis (juga dirujuk sebagai GERD, gastroesophageal reflux disease) dapat hadir dengan rasa dada yang terbakar dan nyeri perut bagian atas yang menyebar ke kerongkongan dan mungkin dihubungkan dengan rasa asam di bagian belakang tenggorokan yang disebut waterbrash. Ia mungkin hadir setelah makan-makan atau waktu tidur ketika pasien berbaring rata. Dapat terjadi kejang yang signifikan dari otot-otot esophagus, dan nyerinya dapat menjad kuat. Nyeri dari reflux esophagitis dapat disalah artikan dengan angina, dan sebaliknya (vice versa).
Pemeriksaan fisik biasanya tidak bermanfaat, dan diagnosis klinis seringkali dibuat tanpa pengujian lebih jauh. Endoscopy mungkin dilakukan untuk memeriksa lapisan esophagus dan lambung. Jika gejala-gejala berlangsung lama, mereka mungkin berhubungan dengan, atau menyebabkan, perubahan-perubahan prakanker pada sel-sel yang melapisi esophagus bagian bawah. Manometry dapat dilakukan untuk mengukur perubahan-perubahan tekanan pada esophagus dan lambung untuk memutuskan apakah LES bekerja secara tepat. Penelanan barium atau gastrograph dengan fluoroscopy adalah tipe dari x-ray dimana pola-pola penelanan dari esophagus dapat dievaluasi.
Perawatan untuk reflux esophagitis termasuk:
- Perubahan-perubahan diet dan gaya hidup untuk membatasi jumlah asam yang dapat memercik kembali dari lambung.
- Mengangkat kepala bantal mengizinkan gaya berat untuk menahan asam mengalir balik.
- Ukuran-ukuran makanan yang lebih kecil dapat membatasi penggelembungan lambung.
- Alkohol, obat-obat anti-peradangan, dan merokok adalah irritant-irritant (benda-benda yang mengiritasi) pada lapisan dari lambung dan esophagus dan harus dihindari.
- Penghalang-penghalang asam seperti omeprazole (Prilosec) atau lansoprazole (Prevacid) dapat mengurangi jumlah dari asam lambung yang dihasilkan, dan antacid-antacid seperti Maalox atau Mylanta dapat membantu mengikat kelebihan asam.
Nyeri Perut Yang Dirujuk
Kondisi-kondisi dalam perut dapat menyajikan sebagai nyeri yang merujuk pada dada, terutama jika ada peradangan seluruh diafragma. Peradangan dari lambung, limpa, hati, atau kantong empedu dapat awalnya hadir dengan keluhan-keluhan nyeri yang tidak spesifik yang mungkin dihubungkan dengan ketidaknyamanan dada yang samar-samar. Pemeriksaan fisik dan waktu untuk mengizinkan penyakit berproses untuk menampakan dirinya seringkali mengizinkan dibuatnya diagnosis yang tepat. Ia juga adalah sebab bahwa seluruh tubuh diperiksa, bahkan jika keluhan awal adalah nyeri dada.- Dengan cara yang sama, nyeri perut bagian atas mungkin awalnya menyajikan sebagai nyeri perut.
- Myocardial infarction dari bagian inferior atau bawah dari jantung dapat hadir sebagai salah cerna (indigestion).
- Pneumonia dapat hadir sebagai nyeri perut bagian atas, terutama jika peradangan paru berdekatan pada diafragma.
- Aortic dissection dapat hadir dengan nyeri dada, nyeri perut, atau kedua-duanya, tergantung pada dimana dissection terjadi.
Menghidupkan Pengertian Yang Murni
2 Petrus 3:1
"Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan."
Di sini kita melihat bahwa tujuan Petrus adalah membuat kaum saleh kembali kepada pengertian yang murni akan firman Tuhan. Itulah sebabnya ia memberikan peringatan-peringatan.
Kemudian ayat 2 melanjutkan, "supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu." Petrus seolah-olah ingin menunjukkan bahwa kita bukan hanya memiliki perkataan nabi-nabi juga memiliki perkataan para rasul. Perkataan-perkataan ini bukan dihasilkan dari kemauan penulis itu sendiri, melainkan sepenuhnya oleh dorongan Roh. Petrus lebih mempertegas lagi bahwa perkataan para Rasul tersebut sebenarnya adalah perintah Tuhan dan Juruselamat kita. Para Rasul hanya sekedar menyampaikannya. Petrus menyampaikan hal ini untuk memastikan dan memperkuat tulisan-tulisannya sebagai pencegahan melawan pengajaran-pengajaran bidah dalam kemurtadan.
Terhadap perkataan Tuhan kita harus memiliki sikap seperti Musa. Musa menyadari sepenuhnya bahwa perkataan yang dia sampaikan adalah perkataan Allah sendiri, itulah sebabnya dia berpesan sungguh-sungguh kepada bangsa Israel agar memperhatikan, mengajarkan berulang-ulang, membicarakannya, mengikatnya sebagai tanda di tangan dan lambang di dahi bahkan menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang (Ul. 6:6-9). Sikap seperti ini akan menyelamatkan kita dari ajaran bidah manapun.
Pengejek-Pengejek Pada Akhir Jaman2 Ptr. 3:3-7
Hari-hari terakhir dalam ayat 3 mengacu kepada zaman ini (2 Tim. 3:1; Yud. 18). Periode ini dimulai dari akhir abad pertama, dan akan berlangsung sampai kedatangan Kristus kali kedua. Petrus mengatakan kepada kita bahwa pada hari-hari terakhir pengejek-pengejek akan datang. Ejekan-ejekan itu selain menunjukkan kemurtadan mereka, juga menunjukkan bahwa mereka menuruti hawa nafsu.
Janji kedatangan Tuhan telah diberikan kepada bapa-bapa leluhur kita oleh nabi-nabi yang kudus dalam Perjanjian Lama (Mzm. 72:6-17; 110:1-3; 118:26; Dan. 7:13-14; Za. 14:3-9; Mal. 4:1-3). Tetapi pengejek-pengejek mengatakan dengan nada mengejek, "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya?" Pengejek-pengejek itu mengatakan, "Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan" (ay. 4). Di ayat 5 dan 6, Petrus menjelaskan bahwa para pengejek yang bidah dengan "sengaja tidak mau tahu", jadi mereka mengabaikan catatan dalam Perjanjian Lama mengenai penghakiman Allah dengan air bah.
Janji mengenai kedatangan Tuhan (ay. 4) bukanlah mitos, tetapi adalah firman Allah. Para pengejek seharusnya tidak mengabaikan bahwa dengan firman Allah, langit dan bumi menjadi ada (Ibr. 11:3), dan dengan firman Allah pula, langit dan bumi disimpan untuk hari penghakiman dan pembinasaan orang-orang fasik (2 Ptr. 3:7). Maka para pengejek seharusnya diyakinkan bahwa dengan firman Allah, seluruh alam semesta materi ini, termasuk diri mereka sendiri, akan dihakimi oleh kedatangan Tuhan.
Saudara saudari, kita mungkin tidak seperti para pengejek itu, namun bagaimanakah sikap kita dalam melewati hari-hari pengembaraan kita sebagai musafir? Apakah kita melewati hari-hari pengembaraan kita dengan rasa takut? (1 Ptr. 1:17), apakah kita selalu berjaga-jaga dan berdoa? (Luk. 21:36), apakah kita hidup dalam kekudusan? (1 Ptr. 1:15) atau malahan kendur dan mencintai dunia yang nampaknya semakin maju serta penuh daya pikat? Kita harus ingat bahwa "langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik" ( 3:7).
"Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan."
Di sini kita melihat bahwa tujuan Petrus adalah membuat kaum saleh kembali kepada pengertian yang murni akan firman Tuhan. Itulah sebabnya ia memberikan peringatan-peringatan.
Kemudian ayat 2 melanjutkan, "supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu." Petrus seolah-olah ingin menunjukkan bahwa kita bukan hanya memiliki perkataan nabi-nabi juga memiliki perkataan para rasul. Perkataan-perkataan ini bukan dihasilkan dari kemauan penulis itu sendiri, melainkan sepenuhnya oleh dorongan Roh. Petrus lebih mempertegas lagi bahwa perkataan para Rasul tersebut sebenarnya adalah perintah Tuhan dan Juruselamat kita. Para Rasul hanya sekedar menyampaikannya. Petrus menyampaikan hal ini untuk memastikan dan memperkuat tulisan-tulisannya sebagai pencegahan melawan pengajaran-pengajaran bidah dalam kemurtadan.
Terhadap perkataan Tuhan kita harus memiliki sikap seperti Musa. Musa menyadari sepenuhnya bahwa perkataan yang dia sampaikan adalah perkataan Allah sendiri, itulah sebabnya dia berpesan sungguh-sungguh kepada bangsa Israel agar memperhatikan, mengajarkan berulang-ulang, membicarakannya, mengikatnya sebagai tanda di tangan dan lambang di dahi bahkan menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang (Ul. 6:6-9). Sikap seperti ini akan menyelamatkan kita dari ajaran bidah manapun.
Pengejek-Pengejek Pada Akhir Jaman2 Ptr. 3:3-7
Hari-hari terakhir dalam ayat 3 mengacu kepada zaman ini (2 Tim. 3:1; Yud. 18). Periode ini dimulai dari akhir abad pertama, dan akan berlangsung sampai kedatangan Kristus kali kedua. Petrus mengatakan kepada kita bahwa pada hari-hari terakhir pengejek-pengejek akan datang. Ejekan-ejekan itu selain menunjukkan kemurtadan mereka, juga menunjukkan bahwa mereka menuruti hawa nafsu.
Janji kedatangan Tuhan telah diberikan kepada bapa-bapa leluhur kita oleh nabi-nabi yang kudus dalam Perjanjian Lama (Mzm. 72:6-17; 110:1-3; 118:26; Dan. 7:13-14; Za. 14:3-9; Mal. 4:1-3). Tetapi pengejek-pengejek mengatakan dengan nada mengejek, "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya?" Pengejek-pengejek itu mengatakan, "Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan" (ay. 4). Di ayat 5 dan 6, Petrus menjelaskan bahwa para pengejek yang bidah dengan "sengaja tidak mau tahu", jadi mereka mengabaikan catatan dalam Perjanjian Lama mengenai penghakiman Allah dengan air bah.
Janji mengenai kedatangan Tuhan (ay. 4) bukanlah mitos, tetapi adalah firman Allah. Para pengejek seharusnya tidak mengabaikan bahwa dengan firman Allah, langit dan bumi menjadi ada (Ibr. 11:3), dan dengan firman Allah pula, langit dan bumi disimpan untuk hari penghakiman dan pembinasaan orang-orang fasik (2 Ptr. 3:7). Maka para pengejek seharusnya diyakinkan bahwa dengan firman Allah, seluruh alam semesta materi ini, termasuk diri mereka sendiri, akan dihakimi oleh kedatangan Tuhan.
Saudara saudari, kita mungkin tidak seperti para pengejek itu, namun bagaimanakah sikap kita dalam melewati hari-hari pengembaraan kita sebagai musafir? Apakah kita melewati hari-hari pengembaraan kita dengan rasa takut? (1 Ptr. 1:17), apakah kita selalu berjaga-jaga dan berdoa? (Luk. 21:36), apakah kita hidup dalam kekudusan? (1 Ptr. 1:15) atau malahan kendur dan mencintai dunia yang nampaknya semakin maju serta penuh daya pikat? Kita harus ingat bahwa "langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik" ( 3:7).
Batuk Kronis
Definisi Batuk Kronis
Batuk kronis adalah batuk yang tidak menghilang. Batuk kronis sendirinya bukan penyakit; agaknya ia adalah gejala dari penyakit-penyakit lain. Ia adalah persoalan yang umum dan sebab untuk banyaknya kunjungan-kunjungan ke dokter.Penyebab-Penyebab Batuk Kronis
Beberapa penyebab-penyebab umum dari batuk kronis termasuk asma, allergic rhinitis, persoalan-persoalan sinus (contohnya infeksi sinus), dan pengaliran balik ke esophagus (esophageal reflux) dari isi-isi lambung. Pada kejadian-kejadian yang jarang, batuk kronis mungkin adalah akibat dari penghisapan dari benda-benda asing kedalam paru-paru (biasanya pada anak-anak). Adalah sangat penting untuk memperoleh x-ray dada jika batuk kronis hadir. Berikut menyinggung pasien-pasien yang mempunyai x-ray dada yang normal.- Merokok sigaret adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis.
- Asma adalah penyakit dari saluran udara, berakibat pada kesulitan bernapas atau mencuit-cuit yang seringkali dikarakteristikan oleh tes-tes pernapasan yang abnormal. Beberapa penderita-penderita asma mempunyai batuk kronis sebagai gejala mereka satu-satunya. Mereka mungkin bahkan mempunyai tes-tes fungsi paru yang normal. Ini serigkali dirujuk sebagai asma varian-batuk. Gejala-gejala asma dapat diperburuk oleh udara dingin, paparan pada pollutants (pengotor-pengotor) udara atau serbuk sari (pollen), asap, atau minyak-minyak wangi.
- Gastroesophageal reflux disease (GERD) merujuk pada reflux, atau pengaliran balik, dari asam lambung dan isi-isi lain kedalam esophagus. Jika asam lambung bergerak balik naik ke esophagus, refleks-refleks berakibat pada spasme dari saluran-saluran udara yang dapat menyebabkan sesak napas dan batuk. Pada beberapa kejadian-kejadian, reflux (pengaliran balik) dapat menjadi begitu parah sehingga bahan-bahan dapat terhisap kedalam paru-paru dan menyebabkan gejala-gejala yang serupa serta kerusakan pada jaringan paru. Pada beberapa individual-individual, tidak ada rasa terbakar di dada (heartburn) dirasakan dan satu-satunya gejala mereka mungkin adalah batuk.
- Persoalan-persoalan sinus dan tetesan postnasal dapat menyebabkan batuk kronis. Kondisi ini dapat menjadi sulit untuk dideteksi. Adakalanya CT scan dari sinus-sinus adalah perlu untuk diagnosis. Pasien-pasien seringkali mengeluh "perasaan gatal di tenggorokan mereka" dan membersihkan tenggorokan yang sering.
- Infeksi-infeksi seperti bronchitis atau pneumonia dapat menyebabkan batuk. Infeksi-infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Infeksi-infeksi virus tidak merespon pada antibiotik-antibiotik. Pada pasien-pasien dengan asma, infeksi-infeksi virus pernapasan bagian atas seringkali berakibat pada batuk yang berkepanjangan bahkan setelah infeksinya telah hilang.
- Obat-obat tertentu, khususnya ace inhibitors [enalapril (Vasotec), captopril (Capoten) dll.] yang digunakan dalam merawat tekanan darah tinggi, dapat menyebakan batuk kronis.
- Penyebab-penyebab yang kurang umum dapat juga termasuk tumor-tumor, sarcoidosis atau penyakit paru lain.
Merawat Batuk Kronis
Perawatan batuk ditentukan oleh penyebabnya. Bagaimanapun, pasien-pasien mungkin memperoleh pembebasan simptomatik dari obat-obat batuk bebas resep yang mengandung guaifenesin dan/atau dextromethorphan, minum air yang banyak, menghirup uap panas, dan menggunakan obat batuk yang berupa tablet (lozenges). Pada kasus-kasus yang parah dokter mungkin meresepkan codeine, yang adalah penekan batuk yang efektif.- Asma: Bronchodilators yang dihirup dan steroid-steroid yang dihirup diberikan untuk mengurangi peradangan dari saluran-saluran udara. Pada beberapa kasus-kasus, steroid-steroid oral jangka pendek diresepkan.
- Gastroesophageal reflux disease (GERD): Perawatan termasuk menghindari makanan-makanan yang meningkatkan reflux (aliran balik), menghindari makan-makan sebelum berbaring, menaikan kepala ketika tidur, dan meminum obat-obat seperti famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet), atau ranitidine (Zantac) untuk mengurangi keasaman lambung.
- Persoalan-persoalan sinus dan tetesan postnasal: Penggunaan decongestants seperti pseudoephedrine (Sudafed) atau antihistamines seperti diphenhydramine (Benadryl) mungkin memperbaiki gejala-gejala dari tetesan postnasal. Steroid-steroid hidung yang dihirup adalah sangat efektif dalam merawat allergic rhinitis (demam karena alergi jerami atau hay fever), penyebab yang umum dari batuk. Sebagai tambahan, inhaler-inhaler hidung lain seperti ipratropium bromide (Atrovent) dapat membebaskan tetesan postnasal. Antibiotik-antibiotik mungkin diresepkan jika penyebab yang ditentukan adalah sinusitis.
- Infeksi-infeksi: Pneumonia bakteri dan bronchitis secara khas dirawat dengan antibiotik-antibiotik seperti cephalosporins dan azithromycin (Zithromax). Jika pneumonia dekat pada dinding dada perdangan dari permukaan paru dapat menyebabkan nyeri, dikenal sebagai pleurisy dan analgesics dapat bermanfaat. Penekan-penekan batuk digunakan dengan hati-hati dalam situasi-situasi ini karena membersihkan paru dari lendir yang terinfeksi dengan membatuk membantu membersihkan infeksi. Kebanyakan bronchitis pada kaum dewasa adalah dari infeksi virus; oleh karenanya, perawatan hampir sama dengan yang dari selesma umum termasuk istirahat, cairan-cairan, analgesics, dan pembasahan. Beberapa orang-orang menemukan obat-obat batuk expectorant yang mengandung guaifenesin bermanfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan mereka. Adakalanya adalah sulit untuk membedakan bronchitis virus dari bronchitis bakteri, dan antibiotik-antibiotik diresepkan. Pada beberapa kasus-kasus, asmatik-asmatik dapat menghasilkan lendir yang hijau yang terlihat terinfeksi. Dokter anda dapat memeriksakan lendir untuk menentukan apakah infeksi hadir.
- Obat-obat: Pasien-pasien yang meminum obat-obat tekanan darah yang disebut ace inhibitors (angiotensin converting enzyme) [contohnya, enalapril (Vasotec), captopril (Capoten), lisinopril (Zestril, Prinivil), dll.] harus berbicara pada dokter mereka tentang mengubah obat-obat. Mereka harus tidak menghentikan obat-obat mereka atas kehendak mereka karena kenaikan yang menyolok sekali dapat berakibat dari penghentian. Generasi yang lebih baru dari ace inhibitor seperti obat-obat yang disebut ARB's (Angiotensin receptor blockers), [contohnya, valsartan (Diovan), losartan (Cozaar), dll.] dapat menjadi alternatif-alternatif yang mempunyai potensial yang lebih sedikit untuk menyebabkan batuk yang kronis. Ada rombongan besar dari obat-obat lain yang tersedia untuk mengendalikan tekanan darah.
Mencegah Batuk Kronis
- Jangan merokok, karena merokok adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis.
- Bicara pada dokter anda tentang mengendalikan asma, hidung yang meler (postnasal drip), atau GERD anda untuk menghindari gejala-gejala batuk.
- Jaga jarak dari orang-orang lain yang diketahui sakit bronchitis atau pneumonia.
- Makan buah. Penelitian menyarankan bahwa diet-diet yang tinggi dalam serat buah dan flavonoids mungkin mencegah batuk produktif yang kronis.
8 Kesalahan Cewek Sewaktu Pacaran
ceweeeeeek oh ceweeeeeeeeeeek.,.





ini dia 8 Kesalahan Cewek Sewaktu Pacaran
ini dia 8 Kesalahan Cewek Sewaktu Pacaran
Quote:
| 1. Ingin Mengubah Sifat dan Kebiasaan Cowok Cewek yang selalu maunya mengubah cowoknya adalah cewek yang bawel, cerewet, banyak bacot, dan full of crap. Kebiasaan yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “nagging” ini pada akhirnya akan mengurangi daya tarik kamu secara drastis. Maka dari itu, kalau kamu mau cowok yang rapi, cari cowok yang rapi. Kalau mau cowok yang bersih, cari cowok yang bersih! Kalau mau yang kaya, cari yang kaya! Kalau mau cowok yang nurut, cari yang nurut. |
Quote:
| 2. Menomorduakan Cowok Cowok mana sih yang mau aja dinomorduakan, dinomortigakan, atau diberi prioritas yang lebih rendah lagi dalam dunia seorang cewek? Jawabannya hanya ada satu. Cowok lossy! Pada dasarnya cowok memilih lebih baik dia mencari cewek lain lagi di mana dia selalu menjadi nomor satu. |
Quote:
| 3. Ngambek Tujuh Hari & Tujuh Malam Kamu pikir cowok suka sama cewek yang sekali marah bisa ngambektujuh hari dan tujuh malam? Misalnya saya yang jadi cowoknya sih, kalau kamu mau begitu ya terserah. Mendingan selama kamu lagi ngambek, saya cari cadangan pengganti kamu. Kecuali pacar kamu adalah seorang cowok lossy, salah salah begitu ngambek kamu hilang, kesabaran dia pun udah hilang. |
Quote:
| 4. Menuntut Cowok untuk Membaca Pikiran Cewek Kalau cowok salah beli hadiah ulang tahun kamu, kamu bilang dia nggak memperhatikan kesukaan kamu. Kalau dia pilih pergi sama temannya gara gara kamu bilang terserah dia mau ke mana, kamu bilang dia lebih mementingkan temannya.Kalau dia ajak kamu makan di restoran yang salah, kamu bilang dia nggak tau makanan kesukaan kamu. Kalau dia berkeras traktir kamu melulu, kamu bilang dia ada maunya. Cewek sering protes kalau cowoknya nggak punya ide, tapi cewek sendiri kalau punya ide nggak mau bilang terang terangan. Mungkin cowok dan cewek nggak jauh berbeda, tapi paling nggak, cowok umumnya nggak ngambek kalau ceweknya salah menebak keinginannya. Karena itu ya cewekcewek, jangan harapkan cowok kamu untuk bisa membaca pikiran kamu. Kemungkinan besar mereka nggak akan pernah bisa! |
Quote:
| 5. Menyebut Kekurangan Cowoknya di Depan Umum Cowok yang mau dipermalukan oleh ceweknya di depan umum adalah cowok lossy, dan itu udah nggak ada tawar menawar lagi. Kalau cowok kamu kabur gara gara ini, mungkin kamu perlu pasang rem yang pakem di mulut kamu. Yang perlu kamu jaga adalah hal hal yang sifatnya pribadi. Kalau kamu merasa bahwa kamu sering mempermalukan cowok kamu di depan umum, mungkin ini pertanda tidak puasnya kamu terhadap hubungan kamu berdua. Coba kamu pikir baikbaik dan analisa apa yang kurang, daripada hanya bisa buka mulut dan nggak mengerjakan apaapa. |
Quote:
| 6. Berpandangan Bahwa Cowok Harus Selalu Membayar Hanya ada satu situasi di mana cewek sama sekali nggak keberatan membayar: kalau untuk keperluannya sendiri. Apakah kamu cewek yang seperti ini? Kalau kamu jawab iya, artinya kamu adalah seorang gold digger. Kalau cewek mau disejajarkan dengan cowok, kenapa nggak traktir cowok sesering cowok traktir cewek? Kenapa cowok harus membayar melulu? Hubungan percintaan yang benar adalag saling memberi dan menerima dan bukan menerima terus atau memberi terus. |
Quote:
| 7. Terlalu Mementingkan Teman Teman Cewek sesekali boleh mementingkan kepentingan sobat sobat cewek Anda tapi jika kamu sebagai cewek terus atau sering berperilaku seperti ini maka jangan salah jika cowok anda meninggalkan anda. |
Quote:
| 8.Harus diperlakukan seperti RATU AGUNG Kalau kamu maunya diperlakukan seperti ratu agung terus menerus, artinya kamu adalah cewek yang maunya menerima melulu dan jarang mau memberi. Mengapa cewek menuntut untuk disamakan dengan cowok dan secara bersamaan juga minta ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi seperti ratu agung? Mana konsistensinya? Inilah bukti di mana cewek tipe ini hanya mau enaknya saja. Kalau kamu cewek yang selalu minta diperlakukan seperti ratu agung, mungkin kamu perlu segera mulai memperlakukan cowok kamu seperti raja agung sebelum dia kabur |
5 Dosa Wanita Di FB Di Mata Para Lelaki
Perlu anda
ketahui bahwa sebenarnya selama ini perempuan
banyak melakuakn hal yang “merugikan”. Anda
mungkin tidak menyadari hal itu. Akan tetapi setelah
anda mengetahui sebenarnya anda pasti berkata
“Oooo Begitu rupanya”. Pada awalny saya seperti
anda, awam mengenai hal ini. Tapi setelah anda
membca tulisan saya ini dijamin anda setuju dengan
saya dan tak ter”jebak” lagi..mau apa “dosa-dosa”
para wanita, chech this out
1. Membuat profil palsu untuk menguntit mantan
pacar
Hal satu ini mungkin tampak sedikit ekstrem. Tapi,
banyak wanita sengaja membuat profil palsu untuk
bisa memantau mantan pacar tanpa diketahui
pasangannya. Daripada menelepon atau
mengirimkan sms, sekadar menulis “Apa kabar?” di
wall Facebook, cara ini memang lebih aman.
2. Memanipulasi penampilan
Menurut pria, tidak sedikit wanita yang sering
memasang foto di Facebook untuk menampilkan
citra diri yang tidak sesuai realitas. Dalam foto-foto
mungkin ingin terlihat lebih seksi dan berani atau
sebaliknya, dan berlawanan dengan kenyataan. Hati-
hati, hal ini bisa menjadi bumerang buat wanita.
3. Menulis status berlebihan dan provokatif
Status di Facebook bisa dibaca siapa saja dan
banyak wanita yang mengggunakannya untuk
tujuan provokasi atau pamer. Bagi pria, hal yang
paling menyebalkan adalah “curhat”, soal kehidupan
pribadi di status. Menurut pria, lebih baik berbicara
langsung daripada mengumbarnya di
Facebook, karena kesannya seperti mengharap belas
kasihan. Selain itu, pamer soal kelebihan atau tempat
yang didatangi dan langsung memasangnya di
status.
4. Memasang foto ambigu
Status sudah berhubungan dengan seseorang,
tetapi dalam beberapa foto terlihat mesra dengan
pria lain. Hal ini seperti ingin “membakar” rasa
cemburu pasangan dengan cara kekanakan. Foto
ambigu itu juga menurut pria, sengaja untuk
membuat orang lain mempertanyakan
hubungannya, dan
memberikan perhatian padanya.
5. Status hubungan palsu
Beberapa wanita lajang banyak memasang status
hubungan dengan “in a relationship”. Hal ini
dilakukan untuk menghindari reaksi “kasihan” orang
atas statusnya yang masih lajang. Hal ini menurut
pria, sangat tidak masuk akal, karena justru status
tersebut menghambatnya mendapat pasangan.
Apakah anda salah satu yang nelakukan “DOSA” tsb
ketahui bahwa sebenarnya selama ini perempuan
banyak melakuakn hal yang “merugikan”. Anda
mungkin tidak menyadari hal itu. Akan tetapi setelah
anda mengetahui sebenarnya anda pasti berkata
“Oooo Begitu rupanya”. Pada awalny saya seperti
anda, awam mengenai hal ini. Tapi setelah anda
membca tulisan saya ini dijamin anda setuju dengan
saya dan tak ter”jebak” lagi..mau apa “dosa-dosa”
para wanita, chech this out
1. Membuat profil palsu untuk menguntit mantan
pacar
Hal satu ini mungkin tampak sedikit ekstrem. Tapi,
banyak wanita sengaja membuat profil palsu untuk
bisa memantau mantan pacar tanpa diketahui
pasangannya. Daripada menelepon atau
mengirimkan sms, sekadar menulis “Apa kabar?” di
wall Facebook, cara ini memang lebih aman.
2. Memanipulasi penampilan
Menurut pria, tidak sedikit wanita yang sering
memasang foto di Facebook untuk menampilkan
citra diri yang tidak sesuai realitas. Dalam foto-foto
mungkin ingin terlihat lebih seksi dan berani atau
sebaliknya, dan berlawanan dengan kenyataan. Hati-
hati, hal ini bisa menjadi bumerang buat wanita.
3. Menulis status berlebihan dan provokatif
Status di Facebook bisa dibaca siapa saja dan
banyak wanita yang mengggunakannya untuk
tujuan provokasi atau pamer. Bagi pria, hal yang
paling menyebalkan adalah “curhat”, soal kehidupan
pribadi di status. Menurut pria, lebih baik berbicara
langsung daripada mengumbarnya di
Facebook, karena kesannya seperti mengharap belas
kasihan. Selain itu, pamer soal kelebihan atau tempat
yang didatangi dan langsung memasangnya di
status.
4. Memasang foto ambigu
Status sudah berhubungan dengan seseorang,
tetapi dalam beberapa foto terlihat mesra dengan
pria lain. Hal ini seperti ingin “membakar” rasa
cemburu pasangan dengan cara kekanakan. Foto
ambigu itu juga menurut pria, sengaja untuk
membuat orang lain mempertanyakan
hubungannya, dan
memberikan perhatian padanya.
5. Status hubungan palsu
Beberapa wanita lajang banyak memasang status
hubungan dengan “in a relationship”. Hal ini
dilakukan untuk menghindari reaksi “kasihan” orang
atas statusnya yang masih lajang. Hal ini menurut
pria, sangat tidak masuk akal, karena justru status
tersebut menghambatnya mendapat pasangan.
Apakah anda salah satu yang nelakukan “DOSA” tsb
7 Kebiasaan Para Jomblo
Negatif thinking –
Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang
tanya (teman kerja atau teman sekampus lain
jurusan), “Koq sendiri?” Langsung deh reaksinya
seperti ini: “Sudah tahu sendiri, pakai tanya-tanya.
Mentang-mentang gua jomblo. Nyindir, ya.”
Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang
ngelihatin: “Kenapa sih lihat-lihat?! Anehnya
ya, karena gua jomblo. Dasar, tamblo
(tampang bloon) lu.”
Padahal, “Koq sendiri?” itu kan pertanyaan
standar orang yang pengen tanya tapi
nggak tahu mau tanya apa. Just basa-basi.
Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalau
tanyanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?”
jadi aneh bin konyol. Lha, sudah jelas
sendiri pakai tanya “Koq berdua?” atau
“Sama siapa?” segala.
Dan orang yang ngelihatin bisa saja karena
rasa-rasanya koq kenal. Atau kagum sama
tahi lalat di pipi kita. Dipikirnya, “Hoki bener
tuh orang ada tahi lalat di pipinya. Coba
kalau tahi kebo atau tahi kucing, kan jelek!” –
Jadi, nggak ada kait-mengkait dengan
kejombloan kita.
Begitulah kalau sudah dikuasai pikiran
negatif. Segala sesuatu disikapi secara
negatif. Ibarat orang pakai kacamata hitam.
Semua yang dilihatnya serba hitam. Lalu
bagaimana dong mengatasinya? Tidak ada
cara lain, ganti kacamatanya dengan
kacamata yang lebih terang. Jangan
salahkan obyek yang dilihat.
– Citra diri yang negatif –
“Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa
apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir
tidak pernah bergeser dari C. Dapet B tuh untung. A,
wah ajaib benar anugerah-Mu deh. Mana ada yang
mau sama saya.
Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak
bakalan koq saya mau punya pacar kayak
diri saya begini.”
Padahal gambaran kita tentang diri kita
sendiri akan sangat berpengaruh terhadap
pikiran, perasaan dan sikap hidup kita.
Ibarat makanan bagi tubuh kita, citra diri
akan sangat menentukan; apakah kita akan
menjadi pribadi yang optimistis, percaya
diri, punya semangat hidup. Atau
sebaliknya, menjadi pribadi yang
pesimistis, rendah diri, loyo alias nggak
punya semangat hidup.
– Rumput di halaman rumah tetangga kelihatan
lebih hijau –
“Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-
mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin and
diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam minggu
nggak cengo sendiri di rumah. Lonely. Bisa
ngerasain dag dig dug serrr tiap nunggu doi. Kapan
pun dan dimana pun ada yang selalu bisa di-call.
Pokoknya asyik deh.”
Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh
lebih enak, lebih baik, lebih nikmat, lebih
segalanya. Lalu kita berandai-andai;
seandainya hidup kita kayak hidup die,
dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih
baru bahagia kalau kayak die. Kita jadi
kurang bersyukur dengan hidup kita
sendiri. Padahal, mana ada sih orang yang
hidupnya selalu senang.
Siapa pun pastilah punya senang dan
susahnya sendiri. Punya pacar pun nggak
melulu enak koq. Kadang ada sebalnya.
Kadang bisa bikin jengkel and stress juga.
So, jangan heran kalau yang sudah punya
pacar pun bisa mikir begini: “Duh, enak nian
ngejomblo. Bebase sebebas burung di
udara.
– Berselubung topeng –
Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya.
Contoh 1 (gaya selebritis: kemayu, dengan
sikap bertutur diatur): “Aku emang belum
mau pacaran koq. Suer. Masih ingin
sendiri.” – Yang sebenarnya: aku belum
ketemu yang aku mau die mau. Adanya
aku mau die nggak mau, die mau akunya
nggak mau. Ada yang aku mau die mau,
eh die maunya mau nabok sama aku.
Padahal apa salahnya bilang, “Aku
bukannya nggak kepengen, tapi belum
ketemu yang pas.” Titik. Kalau bilangnya:
belum mau pacaran, masih ingin sendiri –
besok atau lusa ternyata ketemu yang
cocok. Nah, luh baru nyaho. Malu kan
mesti ngejilat ludah kuda (kalau ludah
sendiri sudah biasa.
Contoh 2 (gaya politisi: kemaki, dengan
sikap bertutur nggak teratur): “Gue naksir
die?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar
goceng pun nggak bakalan gue ambil!” –
Yang sebenarnya: aku sih okelah sama die,
tapi dienya cuek banget. Benci deh aku
(dengan gaya genit ala Pelawak Tessi).
Padahal apa salahnya bilang, “Dienya cuek
begitu, mana berani gue.” Titik. Kalau
bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun
gua gak bakalan ambil – dan ternyata die
tuh ngesir sama kita, cuma karena die
punya “kemaluan” gede (baca: pemalu)
jadinya die pasang sikap cuek bebek. Sok
cool. Nah, gimana coba kalau begitu?!
Masak mau ikut-ikut si selebritis: ngejilat
ludah kuda.
So, tanggalkan topeng itu. Apa adanya
sajalah. Tapi ya, jangan vulgar, mengobral
atau norak. Jujur dengan elegan gitulah.
– Hanyut terbawa perasaan –
Nelangsa. Merasa kasihan pada diri sendiri. Seakan
dengan ke-jomblo- an itu, dia menjadi orang yang
paling malang di dunia. Makan jadi nggak enak
(apalagi sayurnya sudah basi, kurang garam pula),
tidur nggak nyenyak (AC mati nggak ada listrik,
banyak nyamuk lagi).
Nyanyinya pun lagu Chrisye: “Di malam
yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang
menemani…… srot, srot (nyedot ingus).
Akhirnya kini kusadari dia telah pergi
tinggalkan diriku….. pufz, pufz (buang ingus
pakai lengan baju). Nanini nananininani
ninaneniii (bagian ini nggak hafal). Reff:
Mengapa terjadi pada diriku, aku tak
percaya kau telah tiada…. hiks, hiks (terisak).
Haruskah ku pergi tinggalkan dunia…..
hoahh, hoahh (nangis sejadi-jadinya).”
Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-
apa, saya takut ikut-ikut sedih, ikut-ikut
nangis, ikut-ikut sedot ingus. Malah repot.
Lagian, orang yang lagi terhanyut oleh
aneka rupa perasaan susah dan sedih
sebetulnya kan nggak butuh kata-kata; ia
lebih butuh empati dan simpati.
Saya cuma mau bilang: “You’ll never walk
alone, Jomblo (ngutip lagu yang biasa
dinyanyiin fans Liverpool). Kan banyak juga
yang jomblo hehehe.”
– Memaksakan kehendak –
Cara halus: “Hi, cowok, godain kita dong!” (ekstrim:
sambil melotot, satu tangan berkacak pinggang satu
tangan lagi menggenggam batu siap ditimpukin).
Atau, “Hi, cewek, kita godain ya!” (ekstrim: sambil
memiting seorang nenek yang kebetulan lewat, dan
menodongkan pistol ke keningnya).
Cara kasar: “Apa pun yang terjadi gua
harus dapetin doi; biar gunung-gunung
beranjak dan bukit-bukit bergoyang.
Pokoknya harus dan kudu!” (ekstrim: bayar
segerombolan preman untuk menculik doi,
lalu dengan gaya kungfu Bruce Li datang
menyelamatkannya).
Atau, “Saya nggak bisa hidup tanpa doi.
Sudahlah, saya mau mati saja! Mana tali,
mana tali! Saya mau gantung diri!” (ekstrim:
“Bunda, hidup ini kejam. Kembalikan saja
aku ke dalam rahimmu!” – segede gitu,
gimana masukinnya ya?!”)
Atau, “Marilah kepadaku semua yang letih,
lesu dan membutuhkan kehangatan, aku
akan memberikan diriku
seutuhnya!” (ekstrim: ….. disensor).
Dan kalau berdoa doanya begini: “Tuhan,
kalau dia jodoh saya, dekatkanlah. Kalau dia
bukan jodoh saya, jodohkanlah. Tapi kalau
dia nggak bisa jadi jodoh saya, biarkan dia
ngejomblo seumur hidup. Amin.”
Padahal segala sesuatu yang dipaksakan –
apalagi soal jodoh – pasti akan lebih banyak
buruknya daripada baiknya. Usaha
tentunya nggak salah, punya keinginan
mangga silahkan. Tapi iringilah itu dengan
penyerahan diri kepada Sang Khalik: “Bukan
hendakku yang jadi, melainkan kehendak-
Mu!”
Dengan berusaha dan berserah, hidup akan
terasa lebih ringan. Tuhan tahu apa yang
terbaik buat diri kita. Percaya deh.
– Sirik –
Orang Manado bilang mangiri. Alias iri dengki.
Nggak senang ngelihat orang lain senang.
Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin
kebaikan orang lain. “Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat
aja, bentar lagi juga dia akan pindah ke pelukan
cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!”
“Eh elu tahu nggak, dia itu kanbekas pacarnya teman
sodara teman gue. Nah, kata teman gue, temen gue
dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang
mantan dia itu, dia pernah terlibat narkoba tuh.
Pernah digerebek polisi segala. Ortunya sampai jual
rumahnya untuk bebasin dia dari penjara.”
Padahal ke-sirik-an hanya akan membuat kita makin
buruk di mata orang lain. Dan pasti di mata Tuhan
juga. Nggak ada faedahnya.
Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang
tanya (teman kerja atau teman sekampus lain
jurusan), “Koq sendiri?” Langsung deh reaksinya
seperti ini: “Sudah tahu sendiri, pakai tanya-tanya.
Mentang-mentang gua jomblo. Nyindir, ya.”
Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang
ngelihatin: “Kenapa sih lihat-lihat?! Anehnya
ya, karena gua jomblo. Dasar, tamblo
(tampang bloon) lu.”
Padahal, “Koq sendiri?” itu kan pertanyaan
standar orang yang pengen tanya tapi
nggak tahu mau tanya apa. Just basa-basi.
Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalau
tanyanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?”
jadi aneh bin konyol. Lha, sudah jelas
sendiri pakai tanya “Koq berdua?” atau
“Sama siapa?” segala.
Dan orang yang ngelihatin bisa saja karena
rasa-rasanya koq kenal. Atau kagum sama
tahi lalat di pipi kita. Dipikirnya, “Hoki bener
tuh orang ada tahi lalat di pipinya. Coba
kalau tahi kebo atau tahi kucing, kan jelek!” –
Jadi, nggak ada kait-mengkait dengan
kejombloan kita.
Begitulah kalau sudah dikuasai pikiran
negatif. Segala sesuatu disikapi secara
negatif. Ibarat orang pakai kacamata hitam.
Semua yang dilihatnya serba hitam. Lalu
bagaimana dong mengatasinya? Tidak ada
cara lain, ganti kacamatanya dengan
kacamata yang lebih terang. Jangan
salahkan obyek yang dilihat.
– Citra diri yang negatif –
“Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa
apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir
tidak pernah bergeser dari C. Dapet B tuh untung. A,
wah ajaib benar anugerah-Mu deh. Mana ada yang
mau sama saya.
Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak
bakalan koq saya mau punya pacar kayak
diri saya begini.”
Padahal gambaran kita tentang diri kita
sendiri akan sangat berpengaruh terhadap
pikiran, perasaan dan sikap hidup kita.
Ibarat makanan bagi tubuh kita, citra diri
akan sangat menentukan; apakah kita akan
menjadi pribadi yang optimistis, percaya
diri, punya semangat hidup. Atau
sebaliknya, menjadi pribadi yang
pesimistis, rendah diri, loyo alias nggak
punya semangat hidup.
– Rumput di halaman rumah tetangga kelihatan
lebih hijau –
“Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-
mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin and
diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam minggu
nggak cengo sendiri di rumah. Lonely. Bisa
ngerasain dag dig dug serrr tiap nunggu doi. Kapan
pun dan dimana pun ada yang selalu bisa di-call.
Pokoknya asyik deh.”
Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh
lebih enak, lebih baik, lebih nikmat, lebih
segalanya. Lalu kita berandai-andai;
seandainya hidup kita kayak hidup die,
dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih
baru bahagia kalau kayak die. Kita jadi
kurang bersyukur dengan hidup kita
sendiri. Padahal, mana ada sih orang yang
hidupnya selalu senang.
Siapa pun pastilah punya senang dan
susahnya sendiri. Punya pacar pun nggak
melulu enak koq. Kadang ada sebalnya.
Kadang bisa bikin jengkel and stress juga.
So, jangan heran kalau yang sudah punya
pacar pun bisa mikir begini: “Duh, enak nian
ngejomblo. Bebase sebebas burung di
udara.
– Berselubung topeng –
Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya.
Contoh 1 (gaya selebritis: kemayu, dengan
sikap bertutur diatur): “Aku emang belum
mau pacaran koq. Suer. Masih ingin
sendiri.” – Yang sebenarnya: aku belum
ketemu yang aku mau die mau. Adanya
aku mau die nggak mau, die mau akunya
nggak mau. Ada yang aku mau die mau,
eh die maunya mau nabok sama aku.
Padahal apa salahnya bilang, “Aku
bukannya nggak kepengen, tapi belum
ketemu yang pas.” Titik. Kalau bilangnya:
belum mau pacaran, masih ingin sendiri –
besok atau lusa ternyata ketemu yang
cocok. Nah, luh baru nyaho. Malu kan
mesti ngejilat ludah kuda (kalau ludah
sendiri sudah biasa.
Contoh 2 (gaya politisi: kemaki, dengan
sikap bertutur nggak teratur): “Gue naksir
die?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar
goceng pun nggak bakalan gue ambil!” –
Yang sebenarnya: aku sih okelah sama die,
tapi dienya cuek banget. Benci deh aku
(dengan gaya genit ala Pelawak Tessi).
Padahal apa salahnya bilang, “Dienya cuek
begitu, mana berani gue.” Titik. Kalau
bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun
gua gak bakalan ambil – dan ternyata die
tuh ngesir sama kita, cuma karena die
punya “kemaluan” gede (baca: pemalu)
jadinya die pasang sikap cuek bebek. Sok
cool. Nah, gimana coba kalau begitu?!
Masak mau ikut-ikut si selebritis: ngejilat
ludah kuda.
So, tanggalkan topeng itu. Apa adanya
sajalah. Tapi ya, jangan vulgar, mengobral
atau norak. Jujur dengan elegan gitulah.
– Hanyut terbawa perasaan –
Nelangsa. Merasa kasihan pada diri sendiri. Seakan
dengan ke-jomblo- an itu, dia menjadi orang yang
paling malang di dunia. Makan jadi nggak enak
(apalagi sayurnya sudah basi, kurang garam pula),
tidur nggak nyenyak (AC mati nggak ada listrik,
banyak nyamuk lagi).
Nyanyinya pun lagu Chrisye: “Di malam
yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang
menemani…… srot, srot (nyedot ingus).
Akhirnya kini kusadari dia telah pergi
tinggalkan diriku….. pufz, pufz (buang ingus
pakai lengan baju). Nanini nananininani
ninaneniii (bagian ini nggak hafal). Reff:
Mengapa terjadi pada diriku, aku tak
percaya kau telah tiada…. hiks, hiks (terisak).
Haruskah ku pergi tinggalkan dunia…..
hoahh, hoahh (nangis sejadi-jadinya).”
Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-
apa, saya takut ikut-ikut sedih, ikut-ikut
nangis, ikut-ikut sedot ingus. Malah repot.
Lagian, orang yang lagi terhanyut oleh
aneka rupa perasaan susah dan sedih
sebetulnya kan nggak butuh kata-kata; ia
lebih butuh empati dan simpati.
Saya cuma mau bilang: “You’ll never walk
alone, Jomblo (ngutip lagu yang biasa
dinyanyiin fans Liverpool). Kan banyak juga
yang jomblo hehehe.”
– Memaksakan kehendak –
Cara halus: “Hi, cowok, godain kita dong!” (ekstrim:
sambil melotot, satu tangan berkacak pinggang satu
tangan lagi menggenggam batu siap ditimpukin).
Atau, “Hi, cewek, kita godain ya!” (ekstrim: sambil
memiting seorang nenek yang kebetulan lewat, dan
menodongkan pistol ke keningnya).
Cara kasar: “Apa pun yang terjadi gua
harus dapetin doi; biar gunung-gunung
beranjak dan bukit-bukit bergoyang.
Pokoknya harus dan kudu!” (ekstrim: bayar
segerombolan preman untuk menculik doi,
lalu dengan gaya kungfu Bruce Li datang
menyelamatkannya).
Atau, “Saya nggak bisa hidup tanpa doi.
Sudahlah, saya mau mati saja! Mana tali,
mana tali! Saya mau gantung diri!” (ekstrim:
“Bunda, hidup ini kejam. Kembalikan saja
aku ke dalam rahimmu!” – segede gitu,
gimana masukinnya ya?!”)
Atau, “Marilah kepadaku semua yang letih,
lesu dan membutuhkan kehangatan, aku
akan memberikan diriku
seutuhnya!” (ekstrim: ….. disensor).
Dan kalau berdoa doanya begini: “Tuhan,
kalau dia jodoh saya, dekatkanlah. Kalau dia
bukan jodoh saya, jodohkanlah. Tapi kalau
dia nggak bisa jadi jodoh saya, biarkan dia
ngejomblo seumur hidup. Amin.”
Padahal segala sesuatu yang dipaksakan –
apalagi soal jodoh – pasti akan lebih banyak
buruknya daripada baiknya. Usaha
tentunya nggak salah, punya keinginan
mangga silahkan. Tapi iringilah itu dengan
penyerahan diri kepada Sang Khalik: “Bukan
hendakku yang jadi, melainkan kehendak-
Mu!”
Dengan berusaha dan berserah, hidup akan
terasa lebih ringan. Tuhan tahu apa yang
terbaik buat diri kita. Percaya deh.
– Sirik –
Orang Manado bilang mangiri. Alias iri dengki.
Nggak senang ngelihat orang lain senang.
Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin
kebaikan orang lain. “Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat
aja, bentar lagi juga dia akan pindah ke pelukan
cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!”
“Eh elu tahu nggak, dia itu kanbekas pacarnya teman
sodara teman gue. Nah, kata teman gue, temen gue
dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang
mantan dia itu, dia pernah terlibat narkoba tuh.
Pernah digerebek polisi segala. Ortunya sampai jual
rumahnya untuk bebasin dia dari penjara.”
Padahal ke-sirik-an hanya akan membuat kita makin
buruk di mata orang lain. Dan pasti di mata Tuhan
juga. Nggak ada faedahnya.
Deteksi Pria Bohong atau Jujur
KEJUJURAN adalah kualitas penting dalam pribadi seseorang,
terutama pada diri seorang pria idaman. Sangat sulit untuk
segera tahu apakah pria yang Anda taksir adalah orang jujur
dan bisa dipercaya.
Tak jarang Anda mengandalkan intuisi dan harapan
untuk membuat keputusan terbaik; melanjutkan
hubungan atau tidak. Memang, mencari tahu apakah
pasangan Anda adalah orang jujur bukan tugas mudah,
tetapi hal ini dapat dicapai jika Anda bisa melihat
tanda-tanda pria berbohong.
Terdapat sejumlah cara menentukan apakah pasangan
pria Anda jujur, sekaligus memberi pelajaran pada
Anda tentang tanda-tanda ketidakjujuran, seperti
disibak Modern Mom.
Perhatikan sikapnya saat terpojok
Cerita cinta dan asmara menunjukkan bahwa salah
satu tanda seseorang tidak jujur adalah
ketidakmampuannya menjaga kontak mata, merasa
terganggu, mengubah cerita ketika ditanya, dan tidak
ingin berkompromi.
Di sisi lain, pria jujur bicara lebih terfokus, konsisten,
dan dapat menerima pandangan atau argumen pada
subjek tertentu. Pria jujur menyadari bahwa ada lebih
dari satu poin atau titik pandang pada satu subjek
pembicaraan.
Sementara pria tidak jujur senang meneruskan
perdebatan pada satu titik pandang yang diajukannya
dan akhirnya, memunculkan diri mereka sebagai pihak
yang benar. Jika ini terjadi, Anda harus mulai
meragukan kejujuran atau setidaknya berjaga-jaga
untuk lebih banyak kebohongan yang ia buat.
Dengarkan baik-baik saat mereka diskusi
Menurut Lindsay Moran, seorang mantan agen CIA,
orang yang berdusta seringkali kurang rinci dalam
menceritakan kisah mereka. Pembohong tidak bisa
bercerita dengan detail banyak karena ceritanya tidak
benar.
Perhatikan pula bahasa tubuhnya. Tindak lanjuti
ceritanya dengan sejumlah pertanyaan, lalu
perhatikan bahasa tubuhnya ketika dia menjawab. Jika
dia mulai berkeringat atau gugup, kemungkinan ia
berbohong.
Dengarkan nada dan kecepatan bicara
Secara tipikal, orang jujur memiliki postur tubuh lebih
baik alias lebih tegap daripada orang yang kerap
berbohong. Ini mungkin karena kurangnya
kepercayaan diri dengan apa yang mereka katakan.
Dengarkan nada suara mereka. Nada suara
pembohong sering mengalami perubahan saat
berkata-kata. Jangan hanya dengarkan nada suara
mereka, tetapi juga untuk kecepatannya dalam
berbicara.
Jika jujur, kecepatan bicara mereka cenderung
konsisten. Namun jika berbohong, akan ada
perubahan nyata dalam kecepatan bicaranya; lebih
cepat ataupun lebih lambat dari biasanya.
terutama pada diri seorang pria idaman. Sangat sulit untuk
segera tahu apakah pria yang Anda taksir adalah orang jujur
dan bisa dipercaya.
Tak jarang Anda mengandalkan intuisi dan harapan
untuk membuat keputusan terbaik; melanjutkan
hubungan atau tidak. Memang, mencari tahu apakah
pasangan Anda adalah orang jujur bukan tugas mudah,
tetapi hal ini dapat dicapai jika Anda bisa melihat
tanda-tanda pria berbohong.
Terdapat sejumlah cara menentukan apakah pasangan
pria Anda jujur, sekaligus memberi pelajaran pada
Anda tentang tanda-tanda ketidakjujuran, seperti
disibak Modern Mom.
Perhatikan sikapnya saat terpojok
Cerita cinta dan asmara menunjukkan bahwa salah
satu tanda seseorang tidak jujur adalah
ketidakmampuannya menjaga kontak mata, merasa
terganggu, mengubah cerita ketika ditanya, dan tidak
ingin berkompromi.
Di sisi lain, pria jujur bicara lebih terfokus, konsisten,
dan dapat menerima pandangan atau argumen pada
subjek tertentu. Pria jujur menyadari bahwa ada lebih
dari satu poin atau titik pandang pada satu subjek
pembicaraan.
Sementara pria tidak jujur senang meneruskan
perdebatan pada satu titik pandang yang diajukannya
dan akhirnya, memunculkan diri mereka sebagai pihak
yang benar. Jika ini terjadi, Anda harus mulai
meragukan kejujuran atau setidaknya berjaga-jaga
untuk lebih banyak kebohongan yang ia buat.
Dengarkan baik-baik saat mereka diskusi
Menurut Lindsay Moran, seorang mantan agen CIA,
orang yang berdusta seringkali kurang rinci dalam
menceritakan kisah mereka. Pembohong tidak bisa
bercerita dengan detail banyak karena ceritanya tidak
benar.
Perhatikan pula bahasa tubuhnya. Tindak lanjuti
ceritanya dengan sejumlah pertanyaan, lalu
perhatikan bahasa tubuhnya ketika dia menjawab. Jika
dia mulai berkeringat atau gugup, kemungkinan ia
berbohong.
Dengarkan nada dan kecepatan bicara
Secara tipikal, orang jujur memiliki postur tubuh lebih
baik alias lebih tegap daripada orang yang kerap
berbohong. Ini mungkin karena kurangnya
kepercayaan diri dengan apa yang mereka katakan.
Dengarkan nada suara mereka. Nada suara
pembohong sering mengalami perubahan saat
berkata-kata. Jangan hanya dengarkan nada suara
mereka, tetapi juga untuk kecepatannya dalam
berbicara.
Jika jujur, kecepatan bicara mereka cenderung
konsisten. Namun jika berbohong, akan ada
perubahan nyata dalam kecepatan bicaranya; lebih
cepat ataupun lebih lambat dari biasanya.
Minggu, 28 November 2010
Bagaimana Cara Mencintai…?
MISKONSEPSI
TENTANG JATUH CINTA!
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat.
Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah
manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka.
Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak
menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan
untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita
bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak.
Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi
tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari
mana kita berasal.
Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja
saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab
bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu
ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita
jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta
membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan
cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “Cinta itu tumbuh
dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,”
katanya.
CINTA BUTUH WAKTU, TAK ADA CINTA PADA
PANDANGAN PERTAMA
Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu.
Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang
tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak
pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta
datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan
orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk
memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin
terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama”
adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang
sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan
kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa
jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak
orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan
jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan
orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai
pasangan sebagai personalitas yang utuh.
CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi. Bukan
cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan.
Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan
kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih
sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk
berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita
berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya,
melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya
berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih
berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti
kita belum siap memberi dan menerima cinta.
BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi
kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan.
Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan
merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh
cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif,
dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap
masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan
pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian
itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi
masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit
(panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa
diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah
seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih
berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun
mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan
keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak
benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat
tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia
mengenyampingkan problem.
CINTA CENDERUNG KONSTAN
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila
grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam.
Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat
bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan
melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita
memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala
bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita
merasa kekasih hebat saat
kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang
sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita
terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat
dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar
sebanding.
CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya
bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan
membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta,
kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap
kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa
menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai
personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya,
melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya
memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa.
Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian
dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari
permulaan.
CINTA TIDAK BUTA
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta
melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya
cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada
keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu
haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada
kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah
yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang
menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa
keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat
keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya
secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.
CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan
perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari
segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa
mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat,
mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang
sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras
menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata
dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah
kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta
menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK
DISUKAI
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang
sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian,
keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan
hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang
ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal
sedang flu.
TENTANG JATUH CINTA!
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat.
Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah
manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka.
Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak
menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan
untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita
bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak.
Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi
tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari
mana kita berasal.
Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja
saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab
bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu
ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita
jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta
membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan
cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “Cinta itu tumbuh
dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,”
katanya.
CINTA BUTUH WAKTU, TAK ADA CINTA PADA
PANDANGAN PERTAMA
Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu.
Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang
tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak
pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta
datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan
orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk
memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin
terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama”
adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang
sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan
kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa
jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak
orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan
jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan
orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai
pasangan sebagai personalitas yang utuh.
CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi. Bukan
cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan.
Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan
kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih
sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk
berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita
berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya,
melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya
berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih
berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti
kita belum siap memberi dan menerima cinta.
BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi
kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan.
Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan
merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh
cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif,
dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap
masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan
pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian
itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi
masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit
(panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa
diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah
seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih
berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun
mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan
keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak
benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat
tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia
mengenyampingkan problem.
CINTA CENDERUNG KONSTAN
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila
grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam.
Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat
bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan
melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita
memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala
bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita
merasa kekasih hebat saat
kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang
sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita
terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat
dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar
sebanding.
CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya
bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan
membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta,
kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap
kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa
menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai
personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya,
melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya
memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa.
Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian
dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari
permulaan.
CINTA TIDAK BUTA
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta
melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya
cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada
keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu
haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada
kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah
yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang
menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa
keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat
keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya
secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.
CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan
perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari
segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa
mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat,
mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang
sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras
menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata
dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah
kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta
menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK
DISUKAI
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang
sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian,
keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan
hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang
ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal
sedang flu.
Langganan:
Postingan (Atom)