Rabu, 24 November 2010

Janji-Janji Yang Berharga Dan Sangat Besar

2 Petrus 1:4
"Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar,supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi,dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia."

Petrus menyinggung tentang janji-janji yang berharga dan yang sangat besar. Di dalam Alkitab terdapat puluhan ribu janji. John Bunyan pernah berkata, "Jalan setapak hidup manusia begitu penuh dengan taburan janji-janji Allah, sehingga setiap kali melangkahkan kaki, mustahil tidak bersentuhan dengan salah satu dari janji-janji itu."
Janji-janji Allah adalah yang terakhir dari tujuh hal berharga yang disinggung oleh Petrus dalam suratnya. Petrus menyinggung mengenai "kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya (berharga) dari pada emas yang fana (1 Ptr. 1:7); darah yang mahal (berharga - 1 Ptr. 1:19); batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah (berharga di mata Allah - 1 Ptr. 2:4); sebuah batu penjuru yang mahal (berharga - 1 Ptr. 2:6); bagi kita, yang percaya, Kristus mahal (berharga - 1 Ptr. 2:7); perhiasan kita ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah (1 Ptr. 3:4); dan yang terakhir adalah janji-janji yang berharga (2 Ptr. 1:4).
Janji-janji ini juga alangkah besar apabila kita pertimbangkan bahwa yang membuatnya adalah Allah yang agung, pencipta langit dan bumi. Sebenarnya Allah tidak memiliki kewajiban untuk membuat perjanjian apa pun dengan ciptaan-Nya, namun karena Dia ingin membuat kita menjadi umat-Nya, hari ini kita memiliki janji-janji itu.

Perjanjian Yang Baru
2 Ptr. 1:4; 2 Kor. 7:1

Ibrani 8:10 mengatakan, "Inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum Ku (hukum- hukum-Ku) dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka." Hayat ilahi yang kita terima dari Allah adalah hayat yang paling tinggi, karena itu, hayat ini memiliki hukum yang paling tinggi, yaitu hukum yang disinggung di sini. Dari roh kita, hukum ini menyebar ke bagian batin kita, seperti pikiran, emosi, dan tekad kita, dan menjadi beberapa hukum. Berbeda dengan hukum harfiah, hukum hayat mengatur kita dari dalam, oleh, dan menurut unsur hayatnya. Semakin banyak kita mengalami hukum hayat, semakin banyak pula hukum-hukumnya tertulis ke dalam setiap bagian hati kita. Jadi, hukum-hukum ini tersusun ke dalam setiap bagian insan batiniah kita melalui pengalaman kita.
Butir kedua dari perjanjian yang baru ialah berkat mendapatkan Allah menjadi Allah kita, dan kita menjadi umat Nya. Haleluya untuk hak istimewa ini.
Dalam perjanjian yang baru terdapat pula fungsi hukum hayat yang olehnya kita bisa mengenal Allah secara hayat dalam batin. Ibrani 8:11 mengatakan, "Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku." Kata "kenallah" dan "mengenal" dalam ayat ini, dalam bahasa Yunaninya menggunakan dua kata yang berbeda. Yang pertama adalah "ginosko", yang menyatakan pengenalan obyektif yang di luar, yang kedua adalah "oida", yang mengacu kepada kesadaran yang subyektif yang di dalam.
Butir terakhir dari perjaniian yang baru ialah menggenapkan pendamaian bagi ketidakbenaran kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Ibrani 8:12 mengatakan, "Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan (ketidakbenaran) mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." Menaruh belas kasihan di sini dalam bahasa aslinya memiliki arti menggenapkan pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar