Kamis, 02 Desember 2010

10 Tanda Cowok Tidak Tertarik Dengan Cewek



Mari menghadapi kenyataan. Tidak selalu pria tertarik pada wanita. Daripada menerka sambil berharap kosong, lebih baik kenali tandanya sejak awal.

Jika pria tidak tertarik dengan Anda, dia akan menjauhkan tubuh dari posisi tubuh Anda, baik saat duduk atau berdiri.

Dia juga terlihat gelisah, menggoyang-goyangkan kaki, atau mengetuk-ngetuk jari.

Pria menghindar jika Anda mendekat.

Pria secara tidak sadar menyilangkan tangan di depan dada untuk memberi “penghalang” jarak.

Posisi kakinya cenderung berseberangan dengan posisi kaki Anda.

Pria akan berbicara seadanya dan gesture-nya mencari kenyamanan sendiri, bukan terfokus pada Anda.

Otot tubuh pria lebih kencang dan tidak relaks saat merasa tidak klop dengan wanita.

Pria enggan bertatapan mata langsung dengan Anda. Ia akan memalingkan atau tidak fokus saat berbicara.

Pria tidak memandang Anda lurus-lurus, tapi dari sisi matanya.

Jika dia tersenyum. Ia akan tersenyum dalam bisu.

Jika Anda sudah menangkap bahasa tubuh seperti di atas, jangan ragu untuk meninggalkannya. Tidak perlu mengharap pria ini akan bertekuk lutut pada Anda, segera cari lelaki lain.


Wanita Misterius Memakai 'Ponsel' di Tahun 1928?

Seorang wanita tua berjalan melintasi trotoar jalan. Seorang diri, wanita yang mengenakan pakaian warna hitam itu berjalan sambil mulutnya berbicara ke sebuah benda yang dipegang tangan kirinya dan diletakkan didekat telinga kirinya. Wanita itu jelas sekali tampak sedang berbicara melalui telepon genggam. Wajah wanita itu terlihat agak tersembunyi di balik topi hita


Adegan wanita yang sedang berbicara melalui ponsel, bila dilihat di zaman sekarang, merupakan sebuah pemandangan yang biasa. Lazim ditemui di banyak adegan film, atau kehidupan sehari-hari. Namun apa jadinya bila itu terekam dalam sebuah film dokumenter yang dibuat pada 1928?
Wanita misterius itu terekam dalam film hitam putih yang dibuat Charlie Chaplin pada 1928. Keberadaan wanita misterius itu diketahui oleh sutradara film asal Irlandia, George Clarke, yang kemudian mengunggahnya ke Youtube baru-baru ini. Clarke mengetahuinya dari album DVD film Charlie Chaplin yang dibelinya.

What is the key to truly knowing God?

Within all of us there exists a strong desire to be known and to know others. More importantly, all people desire to know their Creator, even if they are not professed believers in God. Today we are bombarded with advertising that promises many ways to satisfy our cravings to know more, have more, be more. However, the empty promises that come from the world will never satisfy in the way that knowing God will satisfy. Jesus said, "Now this is eternal life: that they may know you, the only true God, and Jesus Christ, whom you have sent" (John 17:3).

So "What is the key to truly knowing God?" First, it is imperative to understand that man, on his own, is incapable of truly knowing God because of his sinfulness. The Scriptures reveal to us that we are all sinful (Romans 3) and that we fall well short of the standard of holiness required to commune with God. We are also told that the consequence of our sin is death (Romans 6:23) and that we will perish eternally without God unless we accept and receive the promise of Jesus' sacrifice on the cross. So, in order to truly know God, we must first receive Him into our lives. “As many as received Him, to them He gave the right to become children of God, even to those who believe in His name" (John 1:12). Nothing is of greater importance than understanding this truth when it comes to knowing God. Jesus makes it clear that He alone is the way to heaven and knowing God personally when He states, "I am the way, and the truth, and the life; no one comes to the Father, but through Me" (John 14:6).

There is no requirement to begin this journey outside of repenting of sin and accepting and receiving the promises mentioned above. Jesus came to breathe life into us by offering Himself as a sacrifice so our sins will not prevent us from knowing God. Once we have received this truth, we can then begin the journey of knowing God in a personal way. One of the key ingredients in this journey is understanding that the Bible is God's Word and is His revelation of Himself, His promises, His will. The Bible is essentially a love letter written to us from a loving God who created us to know Him intimately. What better way to learn about our Creator than to immerse ourselves in His Word, revealed to us for this very reason? And it is important to continue this process throughout the entire journey. Paul writes to Timothy, "But as for you, continue in what you have learned and have become convinced of, because you know those from whom you learned it, and how from infancy you have known the Holy Scriptures, which are able to make you wise for salvation through faith in Christ Jesus. All Scripture is God-breathed and is useful for teaching, rebuking, correcting and training in righteousness, so that the man of God may be thoroughly equipped for every good work" (1 Timothy 3:16).

Finally, truly knowing God involves our commitment to obedience to what we read in the Scriptures. After all, we were created to do good works (Ephesians 2:10), in order to be part of God's plan of continuing to reveal Himself to the world. We carry the responsibility to live out the very faith that is required to know God. We are salt and light on this earth (Matthew 5:13-14), designed to bring God's flavor to the world and to serve as a shining light in the midst of darkness. Not only must we read and understand God's Word, we must apply it obediently and remain faithful (Hebrews 12). Jesus Himself placed the greatest importance on loving God with all we are and loving our neighbor as ourselves (Matthew 22). This command is impossible to keep without the commitment to reading and applying His truth revealed to us in His Word.

These are the keys to truly knowing God. Of course, our lives will involve much more than just these few keys of truth, such as commitment to prayer, devotion, fellowship, and worship. But those can only follow making a decision to receive Jesus and His promises into our lives and accepting that we, on our own, cannot truly know God. Then our lives can be filled with God and we can experience knowing Him intimately and personally.

Persekutuan Ilahi (1)

1 Yohanes 1:3a
“Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami.”
Persekutuan berasal dari hayat Allah. Hayat Allah pada mulanya hanya ada di dalam Allah, tetapi hayat ini sekarang telah mengalir dari Allah, masuk ke dalam jutaan orang kudus, termasuk kita. Hal ini seperti aliran listrik yang mengalir ke luar dari pembangkit tenaga listrik ke dalam jutaan bola lampu, dan membuat setiap bola lampu bersinar. Jadi, persekutuan hayat adalah hayat Allah masuk ke dalam kita, supaya kita dengan Allah serta setiap orang yang mempunyai hayat Allah, mempunyai komunikasi hayat.
Setiap macam hayat bisa bersekutu, juga memiliki kebutuhan bersekutu. Lagi pula hayat yang lebih tinggi, kemampuan bersekutunya juga lebih besar, sehingga kebutuhannya untuk bersekutu juga lebih dalam.
Hayat Allah adalah hayat yang paling tinggi, sebab itu, kemampuan bersekutunya juga paling besar dan kebutuhan bersekutunya paling dalam. Hayat Allah di dalam kita membuat kita sangat damba bersekutu baik dengan Allah maupun dengan anak-anak Allah yang lain dan persekutuan ini adalah persekutuan yang paling tinggi di alam semesta.
Saudara-saudari, kiranya kita menyadari, bahwa sebagai orang Kristen, kita bisa memiliki persekutuan yang tertinggi di alam semesta, yaitu bersekutu dengan Allah sendiri dan dengan setiap orang yang memiliki hayat Allah! Oh, marilah kita memenuhi kebutuhan hayat Allah di dalam kita dengan menyediakan lebih banyak waktu untuk bersekutu.

Persekutuan Ilahi (2)
1 Yoh. 1:3

Persekutuan ilahi adalah aliran hayat kekal dalam semua orang beriman yang telah sama-sama menerima dan mendapatkan hayat ilahi. Hal ini digambarkan dengan aliran air hayat dalam Yerusalem Baru (Why. 22:1). Semua orang beriman sejati pasti ada di dalam persekutuan ini (Kis. 2:42).
Dalam persekutuan ilahi inilah kita, kaum beriman, berbagian dalam segala apa adanya Bapa dan Anak dan segala sesuatu yang dilakukan oleh Bapa dan Anak bagi kita, yaitu menikmati kasih Bapa dan kasih karunia Anak melalui persekutuan Roh itu (2 Kor. 13:13). Persekutuan semacam itu, pertama-tama adalah bagian para rasul dalam kenikmatan mereka atas Bapa dan Anak melalui Roh itu, karena itu dalam Kisah Para Rasul 2:42, persekutuan ini disebut “persekutuan rasul-rasul.”
Kata Yunani untuk persekutuan adalah koinonia, yang berarti partisipasi bersama, saling menikmati. Jadi, persekutuan menunjukkan penanggalan kepentingan pribadi dan penyatuan dengan orang lain untuk satu tujuan bersama.
Ketika kita menikmati Allah Tritunggal di dalam persekutuan ilahi, kita akan dibawa ke dalam suatu situasi di mana secara spontan kita bersatu dengan para rasul dan Allah Tritunggal untuk mencapai tujuan bersama. Allah memiliki satu tujuan, dan para rasul mengerjakan tujuan Allah. Ketika kita mengambil bagian dalam persekutuan para rasul, berarti kita juga sedang mengerjakan tujuan Allah.
Tujuan yang ingin Allah capai melalui para rasul dan juga melalui kita adalah, pertama, agar hayat ilahi di dalam kaum beriman bertumbuh melalui tinggal di dalam Allah Tritunggal (1 Yoh. 2:12-27). Dengan demikian, kaum beriman bisa menempuh hidup bercirikan kebenaran ilahi dan kasih ilahi (2:28-5:3) untuk mengalahkan dunia, maut, dosa, Iblis, dan berhala (5:4-21). Kedua, agar gereja-gereja lokal terbangun sebagai kaki pelita untuk kesaksian Yesus (Why. 1:3), yang akan rampung sempurna dalam Yerusalem Baru sebagai ekspresi penuh Allah Tritunggal sampai selama-lamanya (Why. 21-22).

Tes-Tes Darah Hati

Prakata

Suatu langkah awal dalam mendeteksi kerusakan hati adalah suatu tes darah sederhana untuk menentukan kehadiran dari enzim-enzim hati tertentu dalam darah. Dibawah keadaan-keadaan normal, enzim-enzim ini berada dalam sel-sel hati. Namun ketika hati luka, enzim-enzim ini ditumpahkan keluar kedalam aliran darah.
Diantara yang paling sensitif dan digunakan secara luas dari enzim-enzim hati ini adalah aminotransferase-aminotransferase. Mereka meliputi aspartate aminotransferase (AST atau SGOT) dan alanine aminotransferase (ALT atau SGPT). Enzim-enzim ini biasanya terkandung dalam sel-sel hati. Jika hati terluka, sel-sel hati menumpahkan enzim-enzim kedalam darah, menaikan tingkat-tingkat enzim dalam darah dan menandai kerusakan hati.

Definisi Aminotransferase-Aminotransferase

Aminotransferase-aminotransferase mengkatalisasi reaksi-reaksi kimia dalam sel-sel dimana suatu kelompok amino ditransfer dari suatu molekul donor ke suatu molekul penerima. Makanya, namanya "aminotransferases".
Istilah-istilah medis adakalaya dapat membingungkan, seperti dengan kasus enzim-enzim ini. Nama lain untuk aminotransferase adalah transaminase. Enzim aspartate aminotransferase (AST) juga dikenal sebagai serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT); dan alanine aminotransferase (ALT) juga dikenal sebagai serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Untuk menyederhanakannya, AST = SGOT dan ALT = SGPT.

Secara Normal, Dimana Adanya Aminotransferase-Aminotransferase ?

AST (SGOT) normalnya ditemukan dalam suatu keanekaragaman dari jaringan termasuk hati, jantung, otot, ginjal, dan otak. Ia dilepaskan kedalam serum ketika satu saja dari jaringan-jaringan ini rusak. Contohnya, tingkatnya didalam serum naik dengan serangan-serangan jantung dan dengan kelainan-kelainan otot. Ia oleh karenanya bukan suatu indikator yang sangat spesifik dari luka hati.
ALT (SGPT), berlawanan dengannya, normalnya ditemukan sebagian besar di hati. Ini bukan dikatakan bahwa ia berlokasi secara eksklusif dalam hati namun bahwa ia ada dimana ia paling terkonsentrasi. Ia dilepas kedalam aliran darah sebagai akibat dari luka hati. Ia oleh karenanya melayani sebagai suatu indikator yang cukup spesifik dari keadaan (status) hati.

Tingkat-Tingkat Normal Dari AST Dan ALT

Batasan normal dari nilai-nilai untuk AST (SGOT) adalah dari 5 sampai 40 unit per liter serum (bagian cair dari darah).
Batasan normal dari nilai-nilai untuk ALT (SGPT) adalah dari 7 sampai 56 unit per liter serum.

Arti Dari Kenaikkan AST Dan ALT

AST (SGOT) dan ALT (SGPT) adalah indikator-indikator yang sensitif dari kerusakan hati dari tipe-tipe penyakit yang berbeda. Namun harus ditekankan bahwa tingkat-tingkat enzim-enzim hati yang lebih tinggi dari normal tidak harus secara otomatis disamakan dengan penyakit hati. Mereka mungkin atau mereka bukan berarti persoalan-persoalan hati. Interpretasi (penafsiran) dari tingkat-tingkat AST dan ALT yang naik tergantung pada seluruh gambaran klinis dan jadi adalah terbaik dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dalam mengevaluasi penyakit hati.
Tingkat-tingkat yang tepat dari enzim-enzim ini tidak berkorelasi baik dengan luasnya kerusakan hati atau prognosis. Jadi, tingkat-tingkat AST (SGOT) dan ALT (SGPT) yang tepat tidak dapat digunakan untuk menentukan derajat kerusakan hati atau meramalkan masa depan. Contohnya, pasien-pasien dengan virus hepatitis A akut mungkin mengembangkan tingkat-tingat AST dan ALT yang sangat tinggi (adakalanya dalam batasan ribuan unit/liter). Namun kebnyakan pasien-pasien dengan virus hepatitis A akut sembuh sepenuhnya tanpa sisa penyakit hati. Untuk suatu contoh yang berlawanan, pasien-pasien dengan infeksi hepatitis C kronis secara khas mempunyai hanya suatu peningkatan yang kecil dari tingkat-tingkat AST dan ALT mereka. Beberapa dari pasien-pasien ini mungkin mempunyai penyakit hati kronis yang berkembang secara diam-diam seperti hepatitis kronis dan sirosis.

Penyakit-Penyakit Hati Yang Menyebabkan Tingkat-Tingkat Aminotransferase Abnormal

Tingkat-tingkat AST dan ALT yang paling tinggi ditemukan dengan kelainan-kelainan yang menyebabkan kematian yang banyak dari sel-sel hati (nekrosis hati yang ekstensif). Ini terjadi pada kondisi-kondisi seperti virus hapatitis A atau B kronis , kerusakan hati yang jelas yang ditimbulkan oleh racun-racun seperti dari suatu overdosis (kelebihan dosis) dari acetaminophen (nama merk Tylenol), dan runtuhnya sistim peredaran yang lama (shock) ketika hati dirampas/dicabut dari darah segar yang membawa oksigen dan nutrisi-nutrisi. Tingkat-tingkat serum AST dan ALT pada situasi-situasi ini dapat mencakup dimana saja dari sepuluh kali batasan-batasan normal atas sampai ke ribuan unit/liter.
Kenaikan enzim-enzim hati dari ringan sampai sedang adalah hal yang biasa. Mereka seringkali secara tak terduga ditemukan pada tes-tes screening darah rutin pada individu-individu yang jika tidak adalah sehat. Tingkat-tingkat AST dan ALT pada kasus-kasus semacam ini biasanya ada diantara dua kali batas-batas normal atas dan beberapa ratus unit/liter.
Penyebab yang paling umum dari kenaikan-kenaikan yang ringan sampai sedang dari enzim-enzim hati ini adalah fatty liver (hati berlemak). Di Amerika, penyebab hati berlemak yang paling sering adalah penyalahgunaan alkohol. Penyebab-penyebab lain dari fatty liver termasuk diabetes mellitus dan kegemukan (obesity). Hepatitis C kronis juga sedang menjadi suatu penyebab yang penting dari kenaikan-kenaikan enzim hati yang ringan sampai sedang.

Obat-Obat Yang Menyebakan Tingkat-Tingkat Aminotransferase Abnormal

Serombongan besar dari obat-obat dapat menyebabkan tingkat-tingkat enzim hati yang abnormal. Contoh-contoh termasuk:
  • Obat-obat penghilang sakit seperti aspirin, acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin), neproxen (Narosyn), diclofenac (Voltaren), dan phenybutazone (Butazolidine).
  • Obat-obat anti-epilepsi seperti phenytoin (Dilantin), valproic acid, carbamazepine (Tegretol), dan phenobarbital.
  • Antibiotik-antibiotik seperti tetracyclines, sulfonamides, isoniazid (INH), sulfamethoxazole, trimethoprim, nitrofurantoin, dll.
  • Obat-obat penurun kolesterol seperti "statins" (Mevacor, Pravachol, Lipitor, dll) dan niacin.
  • Obat-obat kardiovaskuler seperti amiodarone (Cordarone), hydralazine, quinidine, dll.
  • Obat-obat anti-depresi dari tipe tricyclic.
Dengan kelainan-kelainan enzim hati yang disebabkan obat, enzim-enzim biasanya menjadi normal kembali berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah menghentikan obat-obat.

Penyebab-Penyebab Yang Lebih Tidak Umum Dari Tingkat-tingkat Aminotransferase Abnormal

Penyebab-penyebab yang lebih tidak umum dari enzim-enzim hati abnormal di Amerika termasuk hepatitis B kronis, hemachromatosis, penyakit Wilson, kekurangan alpha-1-antitrypsin, celiac sprue, penyakit Crohn, radang borok usus besar, dan hepatitis autoimun. Meskipun tidak seumum seperti hepatitis C, hepatitis B dapat menyebabkan penyakit hati kronis dengan enzim-enzim hati abnormal yang terus menerus.
Hemachromatosis adalah suatu kelainan genetik (diturunkan) dimana ada suatu penyerapan yang berlebihan dari zat besi makanan yang menjurus pada akumulasi besi dalam hati dengan peradangan dan luka parut hati yang dihasilkannya.
Penyakit Wilson adalah suatu kelainan yang diwariskan dengan akumulasi tembaga yang berlebihan dalam bermacam-macam jaringan-jaringan termasuk hati dan otak. Tembaga di hati dapat menjurus pada peradangan hati kronis, dimana tembaga dalam otak dapat menyebabkan gangguan-gangguan psikiatris dan motor.
Kekurangan Alpha-1-antitrypsin adalah suatu kelainan yang diwariskan dimana kekurangan dari suatu glycoprotein (carbohydrate-protein complex) yang disebut alpha-1-antitrypsin menjurus pada penyakit paru kronis (emphysema) dan pada penyakit hati.
Hepatitis autoimun berasal dari luka hati yang ditimbulkan oleh antibodi-antibodi dan sistim pertahan tubuh sendiri yang menyerang hati.
Celiac sprue adalah suatu penyakit usus kecil dimana seorang pasien mempunyai alergi pada gluten (zat perekat dalam ketan) dan mengembangkan gas, kembung, diare, dan pada kasus-kasus yang lanjut malnutrisi. Pasien-pasien dengan celiac sprue dapat juga mengembangkan tingkat-tingkat ALT dan AST abnormal yang ringan.
Penyakit Crohn dan radang borok usus besar adalah penyakit-penyakit dengan peradangan usus-usus yang kronis. Pada pasien-pasien ini peradangan hati (hepatitis) atau saluran-saluran empedu (primary sclerosing cholangitis) juga dapat terjadi, menyebabkan tes-tes hati yang abnormal.
Jarang, enzim-enzim hati abnormal dapat menjadi suatu tanda dari kanker hati. Kanker yang timbul dari sel-sel hati disebut hepatocellularcarcinoma atau hepatoma. Penyebaran kanker-kanker ke hati dari organ-organ lain (seperti usus besar, pankreas, lambung, dll) disebut metastatic malignancies (penyakit-penyakit berbahaya metastatik).


Mengevaluasi Orang Sehat Untuk Kenaikan Yang Ringan Sampai Sedang Dari Tingkat-Tingkat Aminotransferase

Evaluasi dari pasien-pasien sehat dengan enzim-enzim hati abnormal perlu dibuat perorangan. Seorang dokter mungkin meminta data tes darah dari catatan-catatan lama untuk perbandingan. Jika catatan-catatan lama tidak tersedia, dokter mungkin mengulang tes-tes darah dalam waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan untuk melihat apakah kelainan-kelainan ini tetap berlaku. Dokter akan mencari faktor-faktor risiko untuk hepatitis B dan C termasuk paparan-paparan seksual, sejarah transfusi-transfusi darah, penggunaan obat yang dapat disuntikan, dan paparan secara pekerjaan pada produk-produk darah. Suatu sejarah penyakit hati keluarga mungkin meningkatkan kemungkinan dari penyakit-penyakit yang diwariskan/diturunkan seperti hemachromatosis, penyakit Wilson, atau kekurangan alpha-1- antitrypsin.
Pola dari kelainan-kelainan enzim hati dapat menyediakan petunjuk-petunjuk yang bermanfaat pada penyebab penyakit hati. Contohnya, kebanyakan dari pasien-pasien dengan penyakit hati alkoholik mempunyai tingkat-tingkat enzim yang tidak setinggi tingkat-tingkat yang dicapai dengan virus hepatitis akut dan AST cenderung berada diatas ALT. Jadi, pada penyakit hati alkoholik, AST biasanya berada dibawah 300 unit/liter dimana ALT biasanya dibawah 100 unit/ liter.
Jika alkohol atau obat bertanggung jawab untuk tingkat-tingkat enzim hati abnormal, menghentikan alkohol atau obat (hanya dibawah supervisi dokter) harus membawa tingkat-tingkat enzim ke tingkat-tingkat normal atau mendekati normal dalam waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Jika kegemukan dicurigai sebagai penyebab fatty liver, pengurangan berat dari 5% sampai 10% harus juga membawa tingkat-tingkat enzim hati ke tingkat-tingkat normal atau mendekati normal.
Jika enzim-enzim hati abnormal tetap berlaku meskipun pantangan dari alkohol, pengurangan berat badan dan penghentian obat-obat yang dicurigai yang tertentu, tes-tes darah dapat dilakukan untuk membantu mendiagnosis penyakit-penyakit hati yang dapat dirawat. Darah dapat diuji untuk kehadiran dari virus-virus hepatitis B dan C dan antibodi-antibodi mereka yang berhubungan. Tingkat-tingkat darah dari besi, kejenuhan besi, dan ferritin (pengukuran lain dari jumlah besi yang disimpan dalam tubuh) biasanya meningkat pada pasien-pasien dengan hemachromatosis. Tingkat-tingkat darah dari suatu senyawa yang disebut ceruloplasmin biasanya berkurang pada pasien-pasien dengan penyakit Wilson. Tingkat-tingkat darah dari antibodi-antibodi tertentu (anti- nuclear antibody atau ANA, anti-smooth muscle antibody, dan anti-liver and kidney microsome antibody) meningkat pada pasien-pasien dengan hepatitis autoimun.
Ultrasound dan CAT scan perut adakalanya digunakan untuk mengeluarkan atau meniadakan tumor-tumor dalam hati atau kondisi-kondisi lain seperti batu-batu empedu atau tumor-tumor yang menghalangi saluran-saluran yang mengaliri hati.
Biopsi hati adalah suatu prosedur dimana sebuah jarum dimasukkan melalui kulit diatas perut kanan bagian atas untuk memperoleh suatu helai yang tipis dari jaringan hati untuk diperiksa dibawah sebuah mikroskop. Prosedur seringkali dilakukan setelah studi ultrasound telah melokalisir hati. Tidak setiap orang dengan enzim-enzim hati abnormal perlu suatu biopsi hati. Dokter akan biasanya merekomendasikan prosedur ini jika 1) informasi yang diperoleh dari biopsi hati akan mungkin bermanfaat dalam merencanakan perawatan, 2) dokter perlu mengetahui luas dan parahnya peradangan/kerusakan hati, atau 3) untuk mengevaluasi keefektifan perawatan.
Biopsi hati adalah paling bermanfaat dalam mengkonfirmasikan suatu diagnosis dari suatu kondisi yang berpotesi dapat dirawat. Penyakit-penyakit hati yang berpotensi untuk dirawat ini termasuk hepatitis B dan C kronis, hemachromatosis, penyakit Wilson, hepatitis autoimun, dan kekurangan alpha-1-antitrypsin.

Memonitor Tingkat-Tingkat Aminotransferase

Apa yang biasanya paling bermanfaat adalah uji serial (berturut-turut) dari AST (SGOT) dan ALT (SGPT) melaui waktu untuk menentukan apakah tingkat-tingkatnya naik, tetap stabil, atau turun. Contohnya, pasien-pasien yang menjalani perawatan untuk hepatitis C kronis harus dimonitor dengan tes-tes enzim hati serial. Mereka yang merespon pada perawatan akan mengalami penurunan tingkat-tingkat enzim hati ke tingkat-tingkat normal atau medekati normal. Mereka yang mengalami kekambuhan hepatitis C setelah penyelesaian perawatan akan biasanya mengembangkan tingkat-tingkat enzim hati abnormal kembali.

Enzim-Enzim Hati Lainnya

Disamping AST dan ALT, ada enzim-enzim lain termasuk alkaline phosphatase, 5'-nucleotidase ("5 prime" nucleotidase), dan gamma-glutamyltranspeptidase (GGT) yang seringkali diuji untuk penyakit hati.
Kita telah membatasi pertimbangan dari enzim-enzim hati ini pada AST dan ALT karena mereka secara biokimia berhubungan satu dengan lainnya dan, yang lebih penting, mereka adalah dua enzim-enzim yang paling bermanfaat.

Jangan pernah ngerjain orang salah sambung !! Ngeri gan !!

Gan, ane mau share pengalaman. Baru aja terjadi tadi siang (4 Juni 2010) abis sholat jumat. Ada cewek nelpon ane. Ane nggak kenal gan. Ane dah bilang salah sambung tetep aja tambeng. Untuk kelanjutannya cekidot percakapannya

TS : halo ?
Cewek : haloh ? (suaranya seksi gan )
TS : ya ?
Cewek : ini (nama orang) yah ?
TS : bukan salah sambung mbak..
Cewek : hah masa sih ? jangan boong kamu (nama orang) !
TS : saya bukan (nama orang) mbak, salah sambung. (langsung ane matiin )

Gak lama kemudian dia nelpon lagi..

TS : halo ?
Cewek : (nama orang) !
TS : apaan sih mbak ?
Cewek : kamu jahat banget sih aku telponin kamu matiin terus !
TS : saya bukan (nama orang) mbak. Saya k*v*n (privasi )
Cewek : udah ah (nama orang) gak lucu !
TS : aaarrrggghh (ane matiin lagi)

Akhirnya dia nggak nelpon2 lagi. eh tapi kira2 setengah jam abis itu, lagi asik2nya ngaskus, dia nelpon lagi daripada bikin kesel diri sendiri, mending bikin kesel tu cewek deh akhirnya ane kerjain gan

TS : halo ?
Cewek : (nama orang) !
TS : apa ?
Cewek : ini (nama orang) kan ?
TS : iyeee, kenape ?
Cewek : tuh kan ngaku juga.
TS : iya, sekarang mau lo apa ?
Cewek : ih galak banget sih kamu ! kamu mau kita putus ?
TS : (ternyata nih orang lagi putus cinta) mau.
Cewek : HAH ? JANGAN DONG !
TS : emang kenapa ?
Cewek : kita kan udah 2 tahun pacaran. Masa putus gitu aja gara2 masalah sepele ?
TS : yang penting kan belom kimpoi
Cewek : ih tega banget sih ! kamu kan udah gituan sama aku !
TS : (astaga !) hah serius lu ? ( keceplosan)
Cewek : ah parah banget ! udah 4x kamu gituin aku.
TS : (buset dah tuh cowok) yaudah terus mau kamu apa ?
Cewek : kimpoi lari ama aku.
TS : eh buset dah !
Cewek : (nama orang) !!
TS : (kok jadi gue yang dikerjain ye ? tetep tenang..) gak mau ah.
Cewek : tega banget kamu (nama orang) !!
TS : emang gue pikirin
Cewek : jahat !! jahat !! hiks hiks

dia nangis gan ane jadi kasian dengernya. akhirnya ane mutusin buat ngaku aja.

TS : maaf nama kamu siapa ?
Cewek : tuh kan ampe lupa nama pacar kamu !!
TS : sekali lagi maaf ye mbak saya bukan (nama orang)
Cewek : hah ? serius ?
TS : maaf ya mbak tadi saya cuma ngerjain
Cewek : kamu bukan (nama orang) ?
TS : bukan mbak.
Cewek : terus ini nomer siapa ?
TS : ya nomer saya lah mbak
Cewek : tapi ini bener kok nomernya si (nama orang)
TS : cek lagi nomernya
Cewek : (pas lagi ngecek) eh iya salah ! :kagets
TS : tuh kan
Cewek : hehe maaf ya mas
TS :yaudah gapapa, maaf juga tadi ngerjain ampe nangis
Cewek : iya gapapa. Btw tadi namanya siapa ?
TS : (suara dia mulai aneh gan. Serek2 dalem gitu) K*v*n mbak.
Cewek : anak mana ?
TS : ah mau tau aja.
Cewek : abis kamu baik sih.
TS :

Bagian inilah yang bikin ane shock berat !! ati2 gan !!

Cewek : kalo kamu mau ketemuan, aku ada didaerah taman latuharhary jam 11 malem ya.
TS : ASTAGHFIRULLAH !! (jantungan, shock, jatoh dari kursi)
Cewek : kapan2 mampir ya mas
TS : (sebelum ane tutup) NUAAAJIISSS LO MAHO !!

Ane shock berat gan. Tangan ane sakit jatoh dari kursi. Kursinya rusak.
Yang ane kira itu cewek cantik dari suaranya, eh ternyata dia mangkal di taman lawang ampe sekarang ane masih kepikiran terus tuh ama tu maho sumpah ane merinding gan gak bias tidur !

Is it sometimes God's will for believers to be sick?

The biblical doctrine of the sovereignty of God states that God is almighty over all. He is in complete control of all things—past, present and future—and nothing happens that is out of His jurisdiction. Either He directly causes—or He passively allows—everything that happens. But allowing something to happen and causing something to happen are two different things. For example, God caused the creation of the perfect, sinless Adam and Eve, then He allowed them to rebel against Him. He did not cause them to sin and He certainly could have stopped them, but He chose not to for His own purposes and to bring about His perfect plan. That rebellion brought about all manner of evil, evil that was not caused by God, but which was allowed by Him to exist.

Sickness is one manifestation of the two broad types of evil - moral and natural. Moral evil is man's inhumanity to man. Natural evil is composed of things like natural disasters and physical sickness. Evil itself is a perversion or corruption of something that was originally good, but is now missing something. In the case of sickness, illness is a state where good health is missing. The Greek word for evil (ponerous) actually implies a malignancy, something that is corrupting a good and healthy state of being.

When Adam sinned, he condemned all of humanity to suffer the consequences of that sin, one of which is sickness. Romans 8:20-22 says, “For the creation was subjected to frustration, not by its own choice, but by the will of the one who subjected it, in hope that the creation itself will be liberated from its bondage to decay and brought into the glorious freedom of the children of God. We know that the whole creation has been groaning as in the pains of childbirth right up to the present time.” God—the “one who subjected” the creation to frustration following the Fall—did so in order to eventually liberate it from its bondage of sin, just as He liberates us from that bondage through Christ.

In the meantime, God uses sickness and other evils to bring about His sovereign purpose, to glorify Himself, and to exalt His holy name. At times, He miraculously heals sickness. Jesus went through Israel healing all manner of sickness and disease (Matthew 4:23) and even raised Lazurus from the dead after illness killed him, and Peter raised Dorcas from the dead (Acts 9). At other times, He uses it as a method of discipline or as a judgment against sin. King Uzziah in the Old Testament was struck with leprosy (2 Chronicles 26:19-20). Nebuchadnezzar was driven to madness by God until he came to understand that “the Most High rules in the affairs of men” (Daniel 4). Herod was struck down and eaten by worms because he took God’s glory upon himself (Acts 12:21-23). There is even at least one case where God allowed disease—blindness—not as punishment for sin, but to reveal Himself and His mighty works through that blindness (John 9:1-3).

When illness does come, it may not be the result of God’s direct intervention in our lives, but is rather the result of the fallen world, fallen bodies, and poor health and lifestyle choices. And although there are scriptural indicators that God wants us to be in good health, (3 John 2) "Beloved, I pray that in all respects you may prosper and be in good health, just as your soul prospers," all sickness and disease are allowed by Him for His purposes, whether we understand them or not.

Sickness is certainly the result of the Fall of man into sin, but God is very much in control and He does indeed determine how far evil can go (just as He did with Satan and Job's trials—Satan was not allowed to exceed those boundaries). He tells us He is all-powerful some fifty-six times in the Bible, and it is amazing to see how His sovereignty dovetails with the choices we make (both bad and good) to work out in a perfect plan (Romans 8:28).

For those who are believers and suffering with illnesses such as cancer in this life, the knowledge that they can glorify God through their suffering tempers the uncertainty as to why He has allowed it, something they may not truly understand until they stand in His presence in eternity. At that time, all questions will be answered.

Hayat Kekal

1 Yohanes 1:2
“Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.”
Kata “hayat (kehidupan)” dalam ayat 2 ini adalah sinonim dengan frase “Firman hayat” dalam ayat 1. Baik hayat maupun Firman hayat mengacu kepada Persona Kristus, yang ada bersama dengan Bapa dalam kekekalan dan dinyatakan atau dimanifestasikan dalam waktu melalui inkarnasi, yang telah dilihat dan disaksikan oleh para rasul, dan diberitakan kepada kaum beriman.
Haleluya! Hayat itu telah dimanifestasikan dan hayat itu adalah hayat kekal. Kata “kekal” di sini bukan hanya mengacu kepada tenggang waktu yang selama-lamanya, tanpa akhir, tetapi juga mengacu kepada kualitas yang mutlak sempurna dan lengkap, tanpa kekurangan atau cacat. Inilah hayat kekal yang diberitakan oleh para rasul. Hayat kekal ini adalah hayat Allah sendiri, juga adalah persona Anak Allah (1 Yoh. 5:12). Hayat kekal ini adalah hayat yang tidak dapat binasa (Ibr. 7:16). Tidak ada sesuatu pun yang bisa merusak atau menghancurkan hayat ini. Ini adalah hayat yang tanpa akhir, yang kekal, ilahi, yang bukan ciptaan, hayat kebangkitan yang telah melewati ujian maut dan alam maut (Kis. 2:24; Why. 1:18). Hayat kekal sedemikian ini dijanjikan Allah untuk kita. Satu Yohanes 2:25 mengatakan, “Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup (hayat) yang kekal.”
Marilah kita mengapresiasi hayat kekal yang kita miliki! Semoga melalui Surat Yohanes ini pengalaman dan kenikmatan kita atas hayat kekal ini semakin kaya.

Kemampuan Hayat Kekal

1 Yoh. 3:9

Betapa luar biasa kemampuan hayat (kehidupan) kekal yang Tuhan karuniakan kepada kita. Salah satu kemampuan dari hayat kekal adalah membuat kita bisa mengatasi perbuatan dosa. Satu Yohanes 3:9 mengatakan, “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”
Mengapa orang yang telah dilahirkan oleh Allah bisa tidak berbuat dosa? Karena di dalam dia ada benih ilahi. Benih ilahi dalam ayat ini adalah hayat Allah, yang telah kita terima ketika kita dilahirkan oleh Allah. Saudara-saudari, adakah pergumulan yang sulit diselesaikan? Adakah dosa yang tidak bisa kita tanggulangi sendiri? Kita harus ingat bahwa benih ilahi, hayat kekal Allah, yang ada di dalam kita mampu mengatasinya; entah itu dosa dalam daging, dalam pikiran, dalam watak, atau dosa karena tidak bisa melakukan kehendak Allah, tidak bisa mempersembahkan diri, tidak bisa mengaku dosa, dan lain sebagainya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, sebab Ia telah memberikan diri-Nya sendiri yang penuh kemenangan, yang telah mengalahkan maut (Rm. 5:17), sebagai hayat kekal di dalam kita.
Ada seorang istri Kristen yang memiliki temperamen pemarah dan terbiasa hidup dengan temperamen bawaannya. Suami, anak, dan pembantu rumah tangganya, semuanya takut kepadanya. Sampai pada suatu hari ia mulai mengalami, menikmati, dan hidup bersandarkan hayat kekal yang penuh kemenangan ini. Suatu ketika, ia mendapati suaminya secara tidak sengaja memecahkan lampu kristal yang sedang dipasangnya. Semua menyangka bahwa sang istri akan meledak amarahnya, tetapi reaksi sang istri tidak seperti yang mereka bayangkan. Dengan tenang sang istri berkata kepada suaminya, “Lampunya telah hancur, mari kita menyapu dan membuangnya.” Suaminya sangat heran, biasanya jika ada gelas atau piring pecah pasti amarahnya meledak. Melihat keadaan yang luar biasa ini suaminya bertanya, “Apakah ia sedang sakit?” Dia menjawab, “Aku tidak sakit, Allahlah yang telah menyingkirkan manusia lamaku.” Terpujilah Tuhan atas hayat kekal yang mampu menyelamatkan kita. Amin!

Chronic Myelogenous Leukemia

Definisi Chronic Myelogenous Leukemia (CML)

Chronic myelogenous leukemia: Penyakit kronis yang berbahaya dimana terlalu banyak sel-sel darah putih yang kepunyaan garis myeloid dari sel-sel dibuat di sumsum tulang. Gejala-gejala awal dari bentuk leukemia ini termasuk kelelahan dan keringat-keringat malam. Penyakit disebabkan oleh pertumbuhan dan evolusi dari abnormal clone dari sel-sel yang mengandung penyusunan kembali kromosom yang dikenal sebagai Philadelphia (atau Ph) chromosome. Chronic myelogenous leukemia umumnya disebut CML. Ia juga dikenal sebagai chronic myelocytic leukemia dan chronic granulocytic leukemia.
Sel-sel sumsum tulang yang disebut blasts normalnya berkembang (matang) kedalam beberapa tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel darah yang mempunyai pekerjaan-pekerjaan spesifik didalam tubuh. CML mempengaruhi blasts yang berkembang kedalam sel-sel darah putih yang disebut granulocytes. Blast-blast ini tidak menjadi dewasa secara normal dan sel-sel blast yang tidak menjadi dewasa ditemukan dalam darah dan sumsum tulang.

Gejala-Gejala CML

CML biasanya terjadi pada orang-orang paruh usia atau lebih tua, meskipun ia juga dapat terjadi pada anak-anak. Lazimnya CML maju secara perlahan. Pada stadium pertama dari CML, kebanyakan orang tidak mempunyai gejala-gejala kanker. Ketika gejala-gejala timbul, mereka mungkin termasuk perasaan tidak mempunyai tenaga, demam, kehilangan nafsu makan, dan keringat-keringat malam. Limpa (di kanan bagian atas dari perut) mungkin bengkak dan membesar dengan nyata.
Jika ada gejala-gejala, tes-tes darah mungkin dilakukan untuk menghitung jumlah setiap jenis sel-sel darah yang berbeda dan untuk menguji penampakan mereka. Jika hasil-hasil dari tes darah abnormal, biopsi sumsum tulang mungkin dilaukan. Selama tes ini, jarum dimasukan kedalam tulang dan sejumlah kecil sumsum tulang diambil keluar dan diperiksa dibawah mikroskop. Tes-tes lain yang mungkin dilakukan termasuk studi-studi kromosom (karyotypes) dari sel-sel darah dan sumsum tulang dan studi-studi molekul dari sel-sel ini.

Mendiagnosa CML

Pen-stadiuman dari CML: Sekali CML telah didiagnosa, tes-tes yang lebih banyak mungkin dilakukan untuk mencari apakah sel-sel leukemia telah menyebar kedalam bagian-bagian lain tubuh. Ini disebut pen-stadiuman (staging). CML maju melaui fase-fase yang berbeda dan fase-fase ini adalah stadium-stadium yang digunakan untuk merencanakan perawatan. Stadium-stadium berikut digunakan untuk chronic myelogenous leukemia:
  • Chronic phase -- Ada sedikit sel-sel blast dalam darah dan sumsum tulang dan mungkin tidak ada gejala-gejala dari leukemia. Fase ini mungkin berlangsung dari beberapa bulan sampai beberapa tahun.
  • Accelerated phase --Ada lebih banyak sel-sel blast dalam darah dan sumsum tulang, dan lebih sedikiit sel-sel normal.
  • Blastic phase -- Lebih dari 30% dari sel-sel dalam darah dan sumsum tulang adalah sel-sel blast dan sel-sel blast mungkin membentuk tumor-tumor diluar sumsum tulang pada tempat-tempat seperti tulang atau nodul-nodul limfa. Ini juga disebut blast crisis.
  • Refractory CML -- Sel-sel leukemia tidak berkurang meskipun perawatan diberikan.

Perawatan CML

Perawatan: Ada perawatan-perawatan untuk semua pasien-pasien dengan CML. Perawatan-perawatan ini mungkin termasuk:
  • Kemoterapi (menggunakan obat-obat untuk membunuh sel-sel kanker);
  • Terapi obat lainnya (seperti Gleevec, tipe baru dari obat kanker)
  • Terapi biologi (perawatan yang menggunakan sistim imun pasien untuk melawan kanker)
  • Terapi radiasi (menggunakan x-rays dosis tinggi atau sinar-sinar tenaga tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel leukemia);
  • Kemoterapi dosis tinggi dengan transplantasi sel induk (untu tumbuh kedalam dan memugar kembali sel-sel darah tubuh);
  • Donor lymphocyte infusion atau DLI (setelah transplantasi sel induk).
  • Operasi (splenectomy, operasi untuk mengeluarkan limpa).
Kemoterapi menggunakan obat-obat untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi mungkin diambil dengan pil, atau ia mungkin dimasukan kedalam tubuh dengan jarum pada vena atau otot. Kemoterapi disebut perawatan sistemik karena obat memasuki aliran darah, berjalan melalui seluruh tubuh, dan dapat memnbunuh sel-sel kanker diseluruh tubuh. Kemoterapi juga dapat dimasukan secara langsung kedalam cairan sekitar otak dan sumsum tulang belakang (spinal cord) melalui tabung yang dimasukan kedalam otak atau punggung. Ini disebut intrathecal chemotherapy.
Imatinib (Gleevec) adalah tipe baru dari obat kanker, yang disebut tyrosine kinase inhibitor. Ia menghalangi enzim, tyrosine kinase, yang menyebabkan sel-sel induk untuk berkembang ke sel-sel darah putih yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh tubuh. Gleevec telah muncul sebagai obat kunci yang mentargetkan gen untuk perawatan CML.
Terapi radiasi menggunakan x-rays atau sinar-sinar tenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan tumor-tumor. Radiasi untuk CML biasanya datang dari mesin diluar tubuh (external radiation therapy) dan adakalanya digunakan untuk menghilangkan gejala-gejala atau sebagai bagian dari terapi yang diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang.
Transplantasi sumsum tulang digunakan untuk menggantikan sumsum tulang pasien dengan sumsum tulang yang sehat. Pertama, semua sumsum tulang dalam tubuh dihancurkan dengan kemoterapi dosis tinggi dengan atau tanpa terapi radiasi. Sumsum sehat kemudian diambil dari orang lain (donor) yang jaringannya sama atau hampir sama seperti punya pasien. Donor mungkin saudara kembar (pencocokan yang paling baik), saudara laki atau perempuan, atau orang lain yang tidak berhubungan. Sumsum sehat dari donor diberikan ke pasien melalui jarum kedalam vena, dan sumsum ini menggantikan sumsum yang telah dihancurkan. Transplantasi sumsum tulang yang menggunakan sumsum dari saudara atau yang tidak berhubungan pada pasien disebut allogeneic bone marrow transplant.

Tipe lain dari transplantasi sumsum tulang, disebut autologous bone marrow transplant, sedang diuji pada percobaan-percobaan klinik. Untuk melakukan transplantasi tipe ini, sumsum tulang diambil dari pasien dan dirawat dengan obat-obat untuk membunuh segala sel-sel kanker. Sumsum kemudian dibekukan untuk disimpan. Pasien diberikan kemoterapi dosis tinggi dengan atau tanpa terapi radiasi untuk menghancurkan semua sumsum yang tersisa. Sumsum yang dibekukan yang telah disimpan kemudian dicairkan dan diberikan kembali ke pasien melalui jarum kedalam vena untuk menggantikan sumsum yang telah dihancurkan.
Kemoterapi dosis tinggi degan transplantasi sel induk adalah metode yang memberikan kemoterapi dosis tinggi dan menggantikan sel-sel pembentuk darah yang dihancurkan oleh perawatan kanker. Sel-sel induk (sel-sel darah yang belum dewasa) dikeluarkan dari darah atau sumsum tulang pasien atau donor dan dibekukan dan disimpan. Setelah kemoterapi selesai, sel-sel induk yang disimpan dicairkan dan diberikan kembali ke pasien melalui infus. Sel-sel induk yang di-infuskan kembali tumbuh kedalam (dan memperbaiki) sel-sel darah tubuh.
Donor lymphocyte infusion (DLI) adalah perawatan kanker yang mungkin digunakan setelah transplantasi sel induk. Lymphocytes (suatu tipe dari sel darah putih) dari donor transplantasi sel induk dikeluarkan dari darah donor dan mungkin dibekukan untuk penyimpanan. Lymphocytes donor dicairkan jika mereka dibekukan sebelumnya dan kemudian diberikan pada pasien melalui satu atau lebih infusi-infusi. Lymphocytes melihat sel-sel kanker pasien sebagai bukan kepunyaan tubuh dan menyerang mereka.
Terapi biologi mencoba untuk membuat tubuh menyerang kaner. Ia menggunakan material-material yang dibuat oleh tubuh atau dibuat didalam laboratorium untuk memperkuat, mengarahan, atau memperbaiki pertahanan alami tubuh melawan penyakit. Terapi biologi adakalanya disebut biological response modifier (BRM) therapy atau immunotherapy.
Jika limpa sangat membesar, limpa mungkin dikeluarkan dalam operasi yang disebut splenectomy.
Perawatan oleh penstadiuman: Perawatan standar mungkin dipertimbangkan karena keefektifannya pada pasien-pasien pada studi-studi sebelumnya, atau partisipasi pada percobaan klinik mungkin dipertimbangkan.
Fase CMK kronis: Perawatan mungkin salah satu dari yang berikut:
  • Kemoterapi dosis tinggi dengan transplantasi sel induk donor.
  • Terapi biologi (interferon) dengan atau tanpa kemoterapi.
  • Terapi obat lain (Gleevec).
  • Kemoterapi untuk menurunkan jumlah sel-sel darah putih.
  • Operasi untuk mengangkat limpa (splenectomy).
  • Percobaan klinik untuk perawatan baru.
Fase CML Yang Dipercepat: Perawatan mungkin salah satu dari yang berikut:
  • Transplantasi sel induk.
  • Terapi obat lain (Gleevec).
  • Terapi biologi (interferon) dengan atau tanpa kemoterapi.
  • Kemoterapi dosis tinggi.
  • Kemoterapi untuk menurunkan jumlah sel-sel darah putih.
  • Terapi transfusi untuk menggantikan sel-sel darah merah, platelet-platelet, dan adakalanya sel-sel darah putih, untuk menghilangkan gejala-gejala dan memperbaiki kwalitas hidup.
  • Percobaan klinik dari perawatan baru.
Fase CML Blastic: Perawatan mungkin salah satu dari yang berikut:
  • Terapi obat lain (Gleevec).
  • Kemoterapi yang menggunakan satu atau lebih obat-obat.
  • Kemoterapi dosis tinggi.
  • Transplantasi sel induk donor.
  • Kemoterapi sebagai terapi yang meredakan untuk menghilangkan gejala-gejala dan memperbaiki kwalitas hidup.
  • Percobaan klinik dari perawatan baru.
Chronic myelogenous leukemia yang kambuh: Perawatan mungkin salah satu dari yang berikut:
  • Transplantasi sel induk donor.
  • Donor lymphocyte infusion.
  • Terapi biologi (interferon).
  • Percobaan klinik dari terapi biologi, terapi kombinasi, atau terapi obat lain (Gleevec).
Prognosis: Kesempatan penyembuhan tergantung pada sejumlah faktor-faktor termasuk fase dari CML, jumlah dari blasts dalam darah atau sumsum tulang, ukuran dari limpa pada saat diagnosis, kesehatan keseluruhan pasien, dan umur pasien.

Pendahuluan

1 Yohanes 1:1
“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.”

Dalam 1 Yohanes 1:1-4 terdapat dua kata kunci, yaitu hayat kekal dan persekutuan ilahi. Dalam ayat 3, Yohanes mengatakan bahwa para rasul memberitakan hayat (kehidupan) kekal kepada kita supaya kita beroleh persekutuan dengan mereka. Hal ini berarti hayat kekal yang kita terima menghasilkan persekutuan.
Hayat kekal ini tidak lain adalah Persona Tuhan kita, yaitu Dia yang sejak kekekalan ada bersama dengan Allah Bapa (Yoh. 1:1), datang ke dunia sebagai manusia yang sejati (Yoh. 1:14). Ia benar-benar telah berinkarnasi. Para rasul bersaksi bahwa mereka telah mendengar Dia, telah melihat Dia dengan mata mereka sendiri, telah menyaksikan Dia, dan telah meraba Dia dengan tangan mereka sendiri. Jadi, hayat kekal yang kita dapatkan bukanlah suatu ilusi atau suatu tafsiran belaka, tetapi adalah seorang Persona yang riil dalam tubuh daging. Persona yang ajaib inilah yang menjadi dasar dari persekutuan ilahi. Tidak akan ada persekutuan yang sejati di antara mereka yang memiliki pandangan salah mengenai Dia.
Ketika kita menerima Tuhan sebagai Juruselamat, mulai saat itu, kita memiliki-Nya sebagai hayat kekal di dalam batin kita. Dan hasilnya adalah membuat kita berbagian dalam persekutuan ilahi. Persekutuan ilahi ini merupakan kenikmatan yang sejati atas hayat kekal. Jadi, dengan lain kata, jika kita ingin mengalami dan menikmati hayat kekal, kita perlu menaruh perhatian kepada persekutuan ilahi ini. Syukur pada Tuhan, kita berbagian dalam persekutuan ilahi ini.

Latar Belakang Surat 1 Yohanes1 Yohanes 1:1-2:11

Mendekati akhir abad pertama, ketika Rasul Yohanes menulis kitab Injil, Surat kiriman, dan kitab Wahyu, sudah ada ajaran sesat mengenai persona Kristus, yang dikenal sebagai aliran Gnostisisme. Beberapa orang di antara mereka mengatakan bahwa segala benda adalah jahat, karena itu manusia Yesus tidak mungkin adalah Allah. Yang lain mengatakan bahwa Kristus adalah Allah, tetapi bukan manusia; ada juga yang mengatakan bahwa Kristus adalah manusia, tetapi bukan Allah; sebagian di antara mereka menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Karena situasi sedemikianlah maka Yohanes berbeban untuk menulis mengenai persona Kristus guna mendebat ajaran sesat tersebut dan menjaga agar anak-anak Allah tidak disesatkan.
Yohanes menyadari bahwa kaum Gnostis ini bukanlah orang-orang Kristen sejati, maka dia memperingatkan para pembacanya untuk melawan mereka melalui menunjukkan bahwa mereka yang mengajarkan ajaran sesat ini tidak memiliki ciri-ciri sebagai anak-anak Allah yang sejati. Saudara-saudari, kita adalah anak-anak Allah. Menurut Yohanes, seseorang itu hanya memiliki dua pilihan, sebagai anak Allah atau bukan. Tidak ada yang di tengah-tengah. Sebab itulah, dalam surat Yohanes terdapat kata-kata yang kontras, seperti terang dan gelap, kasih dan benci (1 Yoh. 2:9-10), kebenaran dan dusta (1 Yoh. 1:6), hidup dan maut (1 Yoh. 3:14), Allah dan Iblis (1 Yoh. 3:10).
Ketika seseorang menjadi anak Allah, dia menerima hayat (kehidupan) Allah - hayat kekal. Semua orang yang mempunyai hayat ini memiliki ciri-ciri yang nyata. Sebagai contoh, mereka hidup di dalam terang, karena Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita hidup di dalam terang, kita pasti memiliki persekutuan yang normal dengan Allah dan juga saudara-saudari seiman. Dengan demikian, kita bukan hanya mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita juga mengasihi-Nya, dan mengasihi anak-anak Allah. Selain itu, kita pasti juga tidak terus berbuat dosa.