Jumat, 17 Desember 2010

Rama Bridge: Misteri Rama Bridge, Jembatan Tertua di Dunia

Adam Bridge,atau yang kerap dijuluki Rama Bridge merupakan salah satu “Mysterious Places in the World’s”. Jembatan purba misterius sepanjang 18 mil (30 Km) yang menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih!!


Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam,yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut).
Status dari jembatan tsb masih merupakan misteri hingga saat ini, menurut tafsiran para ahli,diperkirakan mungkin Rama Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana.

Srilankan Archeology Department telah mengeluarkan suatu statment yang menyebutkan usia Rama Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun,namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan.
S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence” mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam, walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya.
Para sarjana menaksirkan bahwa mungkin jembatan purba ini dibangun setelah daratan Srilanka terpisah oleh India jutaan tahun silam.

Didalam Epos Ramayana,jembatan itu dibangun oleh para pasukan manusia kera dibawah pengawasan Rama. Maksud dari pembangunannya sendiri ialah sebagai tempat penyebrangan menuju Negeri Alengka dalam misi untuk menyelamatkan Dewi Shinta, dimana pada saat itu Dewi Sinta sedang berada dalam masa penculikannya oleh Raja Kerajaan Alengka,yaitu Rahwana.
Epos Ramayana,menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tredha Yuga (menurut cakram masa evolusi hindu/ cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun).
Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kali.Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama Bridge berkisar 1.700.000 tahun.

Jembatan Rama merupakan salah satu tempat misterius di bumi ini. Belum ada yang tahu apakah jembatan ini merupakan hasil karya manusia atau hasil kreasi alam. Ilmuwan pun berusaha memecahkan misteri dibalik jembatan yang luar biasa ini.

Jembatan Rama atau ada juga yang menyebutnya Jembatan Adam adalah sebuah rangkaian batu kapur dan karang yang memisahkan teluk Mannar dari selat Palk. Bukti geologi menunjukkan bahwa jembatan ini adalah sambungan tanah bekas India dan Srilangka.

Jembatan sepanjang 30 km ini terdiri dari batuan kapur, karang dan tanah. Air laut di daerah ini pun sangat dangkal, karena ketinggiannya berkisar antara 1 sampai 10 meter. Walaupun dangkal, mustahil jika melewati jembatan ini karena air laut mudah pasang, selain itu juga terlalu dangkal jika dilewati sebuah kapal. Menurut cerita dalam relief candi ( saya lupa nama candinya), jembatan ini selesai dibangun diatas laut hingga suatu saat angin topan merusaknya pada tahun 1480 Sebelum Masehi.

Asal Mula Rama Bridge

Jembatan ini pertama kali disebut dalam epik sansekerta kuno. Dalam buku Books of Roads and Kingdoms karya Ibnu Khordadbeh, dunia barat baru mengenal jembatan yang luar biasa ini. Menurut epik Ramayana, jembatan ini dibangun oleh Vanara ( Manusia kera, kita mengenalnya sebagai hanoman )untuk Rama. Jembatan ini kemudian menghubungkan negeri langka atau ngalengka, dimana Sinta telah diculik oleh Rahwana. Singkat cerita, Rama akhirnya bisa mencapai negeri ngalengka untuk menyelamatkan Sinta dan bertempur melawan Rahwana.

Kisah lain menceritakan bahwa jembatan ini digunakan oleh nabi Adam  untuk mencapai puncak gunung yang disebut " Puncak Adam " dimana nabi Adam  bertobat dengan berdiri menggunakan satu kakinya selama 1.000 tahun. Konon, di puncak gunung itu, jejak sang nabi diyakini masih ada. Nama puncak gunung dan jembatan itu diberikan setelah legenda ini terkenal.

Jembatan Rama dimulai dari ujung pulau Dhanuskodi, India dan terbentang hingga pulau Mannar, Sri Langka. Wilayah di sepanjang jembatan Rama seperti Danushkodi, Rameswaram, Devipattinam, dan Thirupullani disebutkan dalam epik Ramayana. Jadi, benarkah kisah Ramayana itu merupakan sebuah peristiwa nyata? belum ada yang mengetahuinya secara pasti.

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, Jembatan Rama terdiri dari rangkaian batuan kapur dan terumbu karang. Jembatan ini dulu diketahui sebagai jembatan yang terbesar di dunia sebelum pecah menjadi rangkaian batu kapur karena pergerakan lempeng bumi. Teori lainnya menjelaskan bahwa dahulu India dan Sri Langka adalah satu pulau. Karena berbagai aktifitas vulkanik maupun geologi selama ribuan tahun, pulau ini terpisah hanya menyisakan strukutur seperti yang kita kenal dengan Jembatan Rama ini. Hal ini dibuktikan dengan temuan rangkaian terumbu karang yang terbentuk di sepanjang Jembatan Rama. Terumbu karang itu merupakan hasil evolusi selama ribuan tahun yang terbentuk akibat longsornya permukaan tanah karena terus dikikis oleh air laut. Jadi menurut ilmuwan intinya adalah, jembatan ini dulunya merupakan sebuah daratan. Karena berbagai aktifitas geologi selama bertahun - tahun, daratan ini kemudian longsor dan lambat laun terkikis oleh laut sehingga tergenang. Setidaknya. itulah pendapat para ahli, bagi saya suatu kebetulan yang luar biasa bila alam bisa membuat struktur seperti itu.

Konon, jembatan ini dianggap sebagai pelindung India ketika tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 2004 menerjang. Namun, tidak ada bukti ilmiah mengenai ini, jadi hanya sebuah opini masyarakat India saja.

Kontroversi

Jembatan Rama merupakan struktur yang dianggap keramat oleh masyarakat Hindu di India. Mereka yakin bahwa jembatan itu benar - benar dibangun oleh pasukan kera putih pimpinan Hanoman. Jembatan yang menghubungkan India dengan negeri Ngalengka itu kemudian digunakan oleh Rama untuk menjemput Sinta yang diculik.

Namun, beberapa media Amerika memberitakan bahwa jembatan itu adalah murni fenomena alam. Media - media itu mengklaim bahwa NASA selaku sumber mereka akan memperkuat pemberitaan itu. Mereka mengatakan lewat citra satelit, NASA mengatakan bahwa jembatan itu tidak sepanjang 30 km seperti yang banyak diberitakan di internet. Namun, NASA membantah jika mereka pernah mengeluarkan pernyataan yang membuat geram masyarakat Hindu itu. " Gambar yang tersebar di situs -situs web itu mungkin berasal dari kita, tapi interpretasi masyarakat terhadap gambar itu bukan tanggung jawab kita ", jawaban dari pihak NASA ( maaf, saya tidak dapat menemukan sumbernya )

Lalu, Sebuah tim dari Centre for Remote Sensing ( CRS ) dari universitas Bharatidasan yang dipimpin oleh Prof. Ramasamy mengatakan bahwa Jembatan Rama kemungkinan telah berusia 3.500 tahun. Setelah melakukan penelitian pada tahun 2003, zat karbon pada struktur Jembatan Rama diperkirakan cocok dengan kejadian dalam epik Ramayana. Namun, penemuan ini masih harus diteliti lagi.

Perkiraan usia jembatan itu didasarkan pada karang yang tumbuh dan zat karbon pada struktur jembatan. Hasilnya, struktur dibawah lapisan karang itu telah terbentuk selama ratusan tahun sebelumnya. Seorang mantan direktur Geological Survey of India, S. Badrinaranayan mengatakan bahwa pembentukan alam seperti itu tidak mungkin. Lalu, manakah yang benar ? ilmuwan yang mengatakan bahwa jembatan rama adalah proses alam ataukan kepercayaan masyarakat Hindu, bahwa jembatan ini adalah hasil buatan pasukan kera ? Menurut saya, biarlah menjadi misteri dan bagian dari bumi ini sebagai sebuah objek yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar